Diabetes Tak Terkontrol, Pembunuh Terselubung yang Mengancam Seluruh Tubuh

  • 23 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Diabetes yang tidak terkontrol disebut sebagai pembunuh terselubung karena dampaknya merusak tubuh secara perlahan namun pasti. Menurut Dokter Aprikonus Loris, Spesialis Penyakit Dalam, kerusakan meliputi pembuluh darah kecil maupun besar, mulai dari kepala hingga ujung kaki.

Pada bagian kepala, kerusakan pembuluh kapiler otak meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Gangguan juga menyerang mata sehingga penglihatan menurun, bahkan bisa menimbulkan kebutaan. Fungsi pendengaran pun terganggu, sementara gusi dan gigi menjadi lemah dan mudah rontok sewaktu-waktu.

Sedangkan di area dada, daya tahan paru menurun sehingga mudah terserang infeksi seperti TBC dan pneumonia. Risiko serangan jantung meningkat tajam pada penderita diabetes tak terkontrol.

“Yang lebih berbahaya, gangguan saraf otonom membuat nyeri khas serangan jantung sering tidak terasa atau samar “, kata Dokter Apri.

Ditambahkan, akibat dari hal tersebut, , pasien sering tidak sadar sedang mengalami serangan jantung sehingga pertolongan tertunda.

Pada bagian perut, muncul gangguan pencernaan bernama gastropati diabetik. Gerakan usus terganggu sehingga penderita sering mengalami sembelit atau susah buang air besar.

Ginjal juga menjadi sasaran utama, yang disebut nefropati diabetik. Jika dibiarkan, kerusakan ginjal bisa berkembang menjadi gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah. Komplikasi ini berkembang perlahan tanpa gejala jelas pada tahap awal.

Berikut hal yang harus dilakukan agar kondisi tetap terjaga :

- Cek kadar gula darah secara rutin sesuai anjuran dokter.

- Terapkan pola makan sehat rendah gula, lemak jenuh, dan garam.

- Lakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang secara teratur setiap hari.

- Minum obat atau suntik insulin sesuai jadwal yang ditentukan dokter.

- Rutin kontrol ke dokter untuk memantau kondisi jantung, mata, ginjal, dan saraf.

- Hindari merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.

Dengan pengendalian yang baik, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga. (Arsitini)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....