Donor Darah Bukan Pemicu Kegemukan, Justru Bantu Regenerasi Sel

  • 15 Jun 2026 19:28 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Masih banyaknya mitos seputar donor darah, salah satunya anggapan bahwa kegiatan sosial ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau kegemukan, masih menjadi hambatan bagi sebagian orang untuk mendonorkan darah. Dokter Benly Levi Andreas menegaskan bahwa secara medis, tidak ada hubungan langsung antara kegiatan donor darah dengan peningkatan berat badan.

Dalam program Obrolan SPADA Pro2 RRI Tahuna, Senin (15/6/2026), dr. Benly menjelaskan bahwa anggapan tersebut lebih disebabkan oleh faktor psikologis, di mana pendonor sering merasa lapar setelah melakukan donor darah sehingga memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan lebih banyak.

"Secara penelitian dan medis, donor darah tidak membuat gemuk. Efek merasa lebih 'enteng' setelah donor memang benar dirasakan, bukan karena berkurangnya berat badan secara signifikan, melainkan adanya reward psikologis karena telah berhasil membantu sesama serta tubuh yang terpicu untuk melakukan regenerasi sel darah baru di sumsum tulang," ujar dr. Benly.

Ia menambahkan, donor darah justru memiliki manfaat fisiologis yang baik karena memicu tubuh untuk memproduksi sel darah yang baru dan segar. Proses ini merupakan bagian dari siklus alami sel darah merah yang memiliki usia sekitar 120 hari. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak perlu takut dengan jarum atau efek samping, asalkan calon pendonor memenuhi kriteria kesehatan yang telah ditetapkan.

Melalui momen Hari Donor Darah Sedunia 14 Juni, diharapkan khususnya generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe, semakin termotivasi untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup yang keren, bermanfaat, dan memiliki dampak positif bagi kesehatan diri sendiri dan yang membutuhkan. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....