Pahami 5 Komplikasi Tirah Baring Lama
- 28 Apr 2026 13:27 WIB
- Tahuna
RRI.Co.ID, Tahuna - Tirah baring lama (prolonged bed rest) adalah kondisi medis di mana seseorang diharuskan berbaring di tempat tidur, seringkali hampir 24 jam sehari, dalam jangka waktu lama untuk penyembuhan.
Tirah baring yang dilakukan terlalu lama tanpa pengawasan dan mobilisasi yang tepat dapat menimbulkan efek samping serius seperti timbulnya komplikasi.
Hal tersebut ditekan dokter Aprikonus Loris Spesialis Penyakit Dalam terlebih bagi yang memiliki keluarga atau kerabat yang mengalami penyakit – penyakit kronis.
“Misalnya stroke yang sudah tidak bisa beraktifitas, kangker ataupun karena pengaruh usia hanya di tempat tidur. Nah kita harus memahami ada 5 komplikasi tira baring lama,”ujarnya.
Dikatakan dokter Apri, kelima komplikasi dari tirah baring lama yaitu yang pertama adalah masalah muskuloskeletal, masalah otot dan tulang. Terjadinya kekakuan pada sendi hingga bisa terjadi kontraktur pada sendi yang sangat menyakitkan bagi pesakit.
“Misalnya terjadinya pengurangan masa otot karena tidak beraktifitas masa otot berkurang, kekuatan otot berkurang maka tidak bisa beraktifitas seperti biasa dan ini sangat berisiko,”ucapnya.
Yang kedua adalah masalah pada kardiovaskular atau masalah pada jantung. Kita sering mendengar yang namanya hipotensi ortostatik. Pasien tiba-tiba pusing saat dibangunkan atau tekanan darah menurun tiba-tiba karena masalah tira baring lama.
Yang ketiga masalah respirasi, seperti pneumonia ortostatik atau hipostatik dikarenakan lendir yang tidak bisa dikeluarkan, keadaan statik tidak bergerak ini mudah terinfeksi sehingga pasien mengalami pneumonia atau infeksi di paru.
Yang keempat adalah sistem integumen atau kulit. Pada orang dengan tirah baring lama akan terjadi luka atau ulkus dekubitus pada bagian belakang karena sering atau terlalu lama tidur. Dan yang terakhir masalah pada saluran kemi sering terjadi infeksi saluran kemi.
Nah apa yang harus dilakukan? Menurut dokter Apri, mulai dari latihan sederhana di tempat tidur kemudian hidrasi atau cairan yang cukup. Serta membuat jadwal mobilisasi di tempat tidur seperti miring kiri, miring kanan 2 sampai 4 jam.
Dokter juga menganjurkan untuk untuk berkonsultasi dengan dokter di fisioterapi atau rehabilitasi medis sehingga komplikasi-komplikasi ini tidak terjadi. (Ac)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....