Perjuangan Marike Penyintas Kanker, Jalani 20 Kali Kemo hingga Remisi Enam Tahun

  • 22 Apr 2026 21:34 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Kisah inspiratif datang dari Marike Barahama, ASN Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berhasil melewati perjuangan panjang melawan kanker payudara hingga kini dinyatakan remisi selama enam tahun.

Marike menceritakan, awalnya ia menemukan benjolan kecil di payudara sebelah kanan pada tahun 2020. Karena mengira hal tersebut tidak berbahaya, ia sempat mengonsumsi obat herbal selama kurang lebih 10 bulan. Namun, benjolan tersebut justru semakin membesar dan menjalar hingga ke ketiak.

Setelah menjalani pemeriksaan medis melalui biopsi, ia didiagnosis kanker payudara stadium tiga. Proses pengobatan pun dimulai dengan kemoterapi sebanyak enam kali, sebelum akhirnya menjalani operasi pengangkatan payudara pada Februari 2021.

“Setelah operasi, saya lanjut lagi kemoterapi enam kali,” ungkap Marike.

(Foto : Marike saat Kemoterapi)

Tak berhenti di situ, perjuangan Marike masih berlanjut. Ia kemudian menjalani terapi radiasi atau penyinaran sebanyak 25 kali. Sebelum proses radiasi dilakukan, ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa sel kanker telah menyebar ke paru-paru, sehingga dokter memvonisnya berada pada stadium akhir.

“Waktu itu sangat berat, karena sudah dinyatakan stadium akhir dan harus lanjut kemoterapi lagi,” ujarnya.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Marike tidak menyerah. Ia kembali menjalani kemoterapi tambahan sebanyak delapan kali. Dengan demikian, total kemoterapi yang telah dijalaninya mencapai 20 kali.

(Foto : Marike saat menjalani kemo didampingi suami)

Ia mengakui, kemoterapi bukanlah proses yang mudah. Efek samping yang ditimbulkan seringkali lebih berat dibandingkan prosesnya sendiri. Namun, dengan tekad kuat dan dukungan keluarga, ia mampu melewati semuanya.

Bahkan, ia mengaku selalu berusaha menikmati proses kemoterapi, meskipun harus berpisah sementara dengan anak bungsunya yang saat itu masih berusia empat tahun dan menunggu di luar ruangan selama berjam-jam.

(Foto : Marike dan anaknya)

“Kemo itu sebenarnya tidak sakit, tapi efeknya yang luar biasa. Di situlah perjuangan sebenarnya,” katanya.

Kini, setelah melewati berbagai tahapan pengobatan, Marike bersyukur karena telah dinyatakan remisi selama enam tahun. Ia pun membagikan semangat kepada para pasien kanker yang masih menjalani pengobatan.

“Kalau mau sehat, kita harus berjuang dan jangan menyerah. Dukungan dari keluarga juga sangat penting untuk kami para pasien,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan benjolan yang muncul di tubuh dan segera melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi tersebut.

(Foto: Marike Barahama bersama Keluarga tercinta)

Kisah perjuangan Marike Barahama menjadi bukti bahwa harapan untuk sembuh selalu ada, selama pasien tetap berjuang, disiplin menjalani pengobatan, serta didukung oleh keluarga dan keyakinan yang kuat. (SR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....