Polikistik Ginjal, Pahami Faktor Resiko dan Gejalanya
- 24 Feb 2026 08:11 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan genetik yang ditandai dengan tumbuhnya banyak kista berisi cairan pada ginjal, yang dapat merusak jaringan ginjal dan menyebabkan gagal ginjal kronis.
Menurut Dokter Aprikonus Loris Spesialis Penyakit Dalam kepada RRI.CO.ID, pernah menemukan pasien Perempuan usia 52 tahun dengan keluhan nyeri pada kedua pinggang. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pasien tersebut mengalami Polikistik Ginjal.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien ini didapatkan adanya kista pada kedua gincal. Dan bukan hanya satu, tetapi ada beberapa kista, lebih dari dua, bahkan lebih dari tiga dan kita menyebutnya multiple atau polycystic gincal,”ujarnya.
| Baca juga: Ramai Dibicarakan, Apa Itu Hantavirus? |
Artinya dikatakan dokter, ada beberapa kista di dalam satu ginjal. Nah apa saja yang menjadi penyebab atau faktor risiko pada polycystic gincal?
Yang pertama penyebab pasti belum diketahui, tetapi beberapa faktor risiko bisa menjadi penyebabnya. Seperti usia, dengan bertambahnya usia lebih dari 50 tahun, beberapa orang rentan terkena kista ginjal.
Yang kedua adalah masalah genetik atau garis keterunan. Kemudian apa saja yang menjadi keluhan. Selain sakit pinggang, nyeri tumpul pada daerah pinggang atau punggung, kemudian panas apabila sudah terinfeksi. Serta adanya gangguan ginjal dengan gejala-gejala yang lain.
| Baca juga: Pahami Penyebab Terjadinya Anemia |
Dikatakan dokter Apri ada beberapa cara yanf bisa dilakukan untuk mengatasi polikistik ginjal. Yang pertama tentu saja kita mengatasi keluhan yang ada. Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal, ureum dan kreatinin.
“Kita memberikan antinyeri pada pasien ini. Kemudian pada pasien ini kita lakukan pemeriksaan fungsi gincal, ureum, kreatinin, untuk melihat apakah kista ini mempengaruhi fungsi atau hanya gangguan pada struktur saja,”ucapnya.
Lanjut dikatakan Dokter, pemeriksaan tersebut bisa dilakukan dengan USG, untuk melihat apakah kista tersebut simple atau sederhana atau sudah kompleks. Misalnya terisi dengan cairan atau sudah terinfeksi. Hal ini akan memberikan gejala-gejala infeksi.
Kemudian jika sudah terinfeksi akan melakukan terapi, diberikan obat antibiotic, dan apabila berisi cairan akan dilakukan aspirasi atau sedot cairan. Pada kasus tertentu bisa dilakukan operasi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Gejala sekecil apapun, segera konsultasikan dengan dokter pribadi bahkan ke fasilitas kesehatan. (Ac)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....