BRIN Kembangkan VR untuk Simulasi Bencana hingga Latihan Lansia

  • 06 Okt 2026 16:20 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media interaktif dan imersif untuk berbagai kebutuhan, mulai dari simulasi bencana, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan masyarakat.

Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang menciptakan lingkungan virtual atau dunia digital yang dapat dirasakan seolah-olah nyata oleh pengguna. Dengan menggunakan perangkat seperti VR headset, pengguna dapat melihat dan berinteraksi dengan lingkungan tiga dimensi secara lebih imersif. Teknologi ini memungkinkan pengguna seolah berada langsung di dalam situasi yang disimulasikan tanpa harus hadir di lokasi sebenarnya.

Melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi, BRIN membahas potensi VR dalam webinar DESAIN bertema Pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai Media Imersif dan Interaktif yang digelar beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir dalam siaran pers BRIN No.117/SP/HM/BKPUK/IX/2026 pada website brin.go.id, Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakarsa, mengatakan VR dapat digunakan untuk melakukan simulasi pada kondisi yang berbahaya atau sulit dilakukan secara langsung karena keterbatasan ruang, waktu maupun biaya.

Menurutnya, teknologi tersebut dapat digunakan untuk simulasi evakuasi bencana tsunami, gempa bumi, kebakaran hingga situasi kerusuhan. VR juga dapat menghadirkan simulasi perjalanan ke masa lalu, luar angkasa, hutan ekstrem maupun laut dalam.

Selain simulasi, VR dinilai memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran, sosialisasi dan promosi. Teknologi ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan lingkungan virtual sehingga memberikan pengalaman yang lebih nyata dibandingkan penyampaian informasi secara konvensional.

Peneliti Ahli Madya Bidang Multimedia BRIN, Yudhi Rezaldi, mengatakan salah satu riset yang sedang dikembangkan timnya adalah Immersive Tai Chi for Home-Based Exercise in Older Adults: Usability and Feasibility Study.

Riset tersebut menyasar lansia berusia 60 tahun ke atas yang tinggal mandiri di lingkungan masyarakat. Penelitian dilakukan untuk melihat apakah latihan Tai Chi berbasis VR atau Mixed Reality (MR) dapat digunakan secara nyaman, aman dan efektif sebagai alternatif olahraga di rumah.

Yudhi menyebut aspek seperti kenyamanan, usability, cybersickness atau rasa tidak nyaman akibat penggunaan VR, serta keamanan pengguna lansia perlu diuji sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas.

Ke depan, BRIN melihat VR akan semakin berkembang seiring meningkatnya kemampuan perangkat dan kemudahan penggunaannya. Teknologi ini juga berpotensi dipadukan dengan kecerdasan buatan (AI) dan sensor gerak sehingga menghasilkan pengalaman yang semakin realistis.

Pemanfaatan VR tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pelatihan kerja, kesehatan, keselamatan, hingga pelayanan masyarakat.(Arjun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....