Mengenal RefCam, Teknologi Kamera dari Sudut Pandang Wasit Berbasis AI
- 17 Jun 2026 11:35 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Di balik kemunculan tayangan sudut pandang wasit pada Piala Dunia 2026, terdapat teknologi kamera canggih bernama RefCam yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan pertandingan sepak bola profesional.
RefCam merupakan kamera berukuran kecil yang dipasang pada headset komunikasi wasit. Meski memiliki bobot ringan sekitar 14 gram, perangkat ini mampu menghasilkan video berkualitas tinggi dan mengirimkannya secara langsung ke sistem penyiaran pertandingan.
Teknologi tersebut dikembangkan oleh perusahaan teknologi komunikasi olahraga asal Jerman, Riedel Communications, bekerja sama dengan perusahaan teknologi olahraga In-YS. Awalnya perangkat ini dirancang untuk kebutuhan pelatihan dan evaluasi kinerja wasit sebelum kemudian dikembangkan untuk kepentingan siaran langsung.
Salah satu tantangan utama penggunaan kamera yang dipasang pada tubuh wasit adalah stabilitas gambar. Wasit harus berlari mengikuti ritme pertandingan selama 90 menit sehingga berpotensi menghasilkan tayangan yang berguncang.
Untuk mengatasi hal tersebut, FIFA bekerja sama dengan Lenovo menghadirkan teknologi stabilisasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sistem ini mampu menyesuaikan dan menstabilkan gambar secara real-time meskipun wasit bergerak cepat di lapangan.
Teknologi AI tersebut bekerja dengan menganalisis berbagai elemen visual yang muncul selama pertandingan, mulai dari rumput lapangan, pemain, tribun penonton hingga kondisi pencahayaan stadion. Hasilnya adalah tayangan yang lebih halus dan nyaman untuk disaksikan.
Selain kualitas gambar, RefCam juga dilengkapi lensa sudut lebar yang memungkinkan area pandang lebih luas dibandingkan kamera konvensional. Dengan demikian, penonton dapat melihat situasi pertandingan hampir sama seperti yang dilihat wasit.
Penggunaan RefCam menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi tidak hanya berfokus pada akurasi keputusan pertandingan seperti VAR dan offside semi-otomatis, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman siaran bagi penonton.
Piala Dunia 2026 pun menjadi ajang yang menunjukkan bagaimana perpaduan antara perangkat keras berukuran kecil, jaringan komunikasi berkecepatan tinggi, dan kecerdasan buatan mampu menghadirkan cara baru dalam menikmati pertandingan sepak bola di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....