Peran Perempuan Sangihe di Dunia Pendidikan Cukup Tinggi
- 22 Apr 2026 14:19 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 menjadi momentum untuk merefleksikan peran perempuan dalam berbagai sektor, khususnya di bidang pendidikan. Semangat perjuangan R.A. Kartini dinilai telah membuka peluang luas bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dra. Julien Manangkalangi, menyampaikan bahwa peran perempuan di dunia pendidikan sangat signifikan. Hal tersebut diungkapkan dalam Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 21 April 2026.
Berdasarkan data, jumlah guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sangihe mencapai 1.827 orang, sementara non-ASN sekitar 1.000 orang. Dari total tersebut, sekitar 60 hingga 65 persen merupakan perempuan.
Menurut Julien, angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai tenaga pendidik.
Tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, peran guru, khususnya perempuan, tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mereka juga aktif dalam kegiatan keagamaan di gereja, masjid, hingga majelis taklim.
Selain itu, perempuan juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan sangat luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Meski tidak ada program khusus yang hanya diperuntukkan bagi perempuan, berbagai kebijakan dan program pendidikan dinilai telah menyentuh kebutuhan mereka. Hal ini karena mayoritas tenaga pendidik dan peserta didik juga didominasi perempuan.
Program seperti pelatihan, workshop, dan in house training menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru. Selain itu, kegiatan bagi siswa juga terus dikembangkan untuk mendorong prestasi.
Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan akan menggelar kegiatan seni dan olahraga sebagai wadah pengembangan bakat siswa. Kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh peserta didik, termasuk perempuan.
Julien menambahkan, dalam berbagai kegiatan lomba, partisipasi perempuan justru lebih dominan. Tingginya minat dan semangat perempuan menjadi indikator penting bahwa mereka memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berprestasi.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....