Pentingnya Relasi dan Inovasi untuk Bangun Daerah

  • 09 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Sekolah tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai tempat untuk menggugurkan kewajiban akademis atau formalitas demi mendapatkan selembar ijazah. Institusi pendidikan harus menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk membangun jaringan (relasi) dan melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe di masa depan.

Hal tersebut ditegaskan oleh siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Tahuna, Mayzerah V. Q. Mocodompis, dalam program Pro2 Jaga Malam RRI Tahuna, Rabu (8/4/2026). Dalam diskusi bertajuk "Sekolah Bukan Cuma Cari Ijazah", Mayzerah menyoroti fenomena "sekolah formalitas" yang masih melekat di pikiran sebagian pelajar.

Ia mengungkapkan keresahannya terhadap pandangan yang menganggap sekolah hanya sebatas duduk di kelas, mengerjakan tugas dari guru, lalu pulang. Menurutnya, ijazah hanyalah bukti administratif bahwa seseorang pernah menempuh pendidikan, namun karakter seseorang dibentuk oleh pengalaman di luar buku teks.

"Banyak yang berpikir sekolah itu yang penting dapat ijazah sebagai bukti pernah sekolah. Padahal, relasi dan inovasi itulah yang sebenarnya membentuk siapa diri kita setelah lulus nanti. Kita tidak bisa membangun negeri ini kalau cara berpikir kita hanya sesederhana duduk, mengerjakan tugas, lalu pulang," ujar Mayzerah kepada rri.co.id.

Meskipun pencapaian akademis adalah hal yang penting, Mayzerah mengajak teman sejawatnya untuk mulai menyeimbangkan waktu antara belajar dan berorganisasi. Baginya, membangun koneksi melalui komunikasi dan interaksi organisasi merupakan investasi jangka panjang atau future research bagi karier anak muda.

"Tidak ada yang salah jika ingin fokus pada akademis, karena itu pilihan masing-masing. Namun, saya pribadi memilih untuk menyeimbangkan keduanya. Koneksi yang kita bangun sekarang baik lewat organisasi maupun sekadar membangun komunikasi yang baik dengan teman sangat membantu dalam membangun jati diri kita," katanya.

Di akhir diskusi, ia menekankan bahwa tantangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif dan solutif. Melalui relasi yang luas dan semangat inovasi yang dipupuk sejak di bangku sekolah, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pembuka jalan bagi kemajuan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....