Mengenal Restoration Marine Operation Perbaikan Kabel Laut Palapa Ring

  • 30 Mar 2026 15:22 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Restoration Marine Operation merupakan proses perbaikan kabel serat optik bawah laut yang mengalami gangguan atau putus. Kegiatan ini biasanya dilakukan menggunakan kapal khusus yang dilengkapi peralatan canggih untuk mendeteksi, mengangkat, dan menyambung kembali kabel di dasar laut.

Pada jaringan Palapa Ring, kabel bawah laut menjadi tulang punggung komunikasi antarwilayah. Ketika terjadi gangguan seperti yang saat ini terjadi pada segmen Tahuna–Melonguane, proses perbaikan harus segera dilakukan agar konektivitas di wilayah kepulauan tetap terjaga.

Secara teknis, proses Restoration Marine Operation dimulai dengan penentuan titik kerusakan menggunakan sistem monitoring jaringan. Setelah lokasi dipastikan, kapal perbaikan akan menuju titik tersebut dan menurunkan alat bernama grapnel untuk menarik kabel dari dasar laut ke permukaan.

Setelah kabel berhasil diangkat ke atas kapal, teknisi akan memotong bagian yang rusak dan melakukan penyambungan ulang (splicing) menggunakan teknik presisi tinggi. Tahapan ini sangat krusial karena menentukan kualitas koneksi setelah perbaikan.

Selanjutnya, kabel yang telah diperbaiki akan dilapisi pelindung khusus, lalu diturunkan kembali ke dasar laut. Dalam kondisi tertentu, kabel juga akan ditanam atau diamankan agar tidak kembali rusak akibat aktivitas laut seperti jangkar kapal.

Seiring dengan pelaksanaan tahap krusial restoration marine operation, masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe diperkirakan akan mengalami gangguan hingga putusnya layanan telekomunikasi dan internet sementara. Pemutusan jaringan ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari pada periode pengerjaan inti, sebagai dampak langsung dari proses pengangkatan dan penyambungan kabel.

Meski berdampak pada layanan, langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas serta memastikan kualitas jaringan Palapa Ring tetap optimal ke depannya, khususnya bagi wilayah-wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada konektivitas kabel bawah laut.(Arjun)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....