Natalia Ajak Pelajar SMAN 1 Tahuna Belajar Bahasa Asing
- 24 Jul 2026 21:40 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Kehadiran Language Club di SMA Negeri 1 Tahuna mendapat sambutan antusias dari para siswa yang ingin mengasah keterampilan berbahasa asing. Komunitas ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga wadah untuk membangun kepercayaan diri bagi pelajar yang ingin keluar dari zona nyaman.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota komunitas, Natalia Christiani Sudarman, dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Kamis (23/7/2026). Ia menceritakan bagaimana ketertarikannya pada berbagai bahasa dunia, seperti bahasa Inggris, Spanyol, hingga Jepang, mendorongnya untuk aktif bergabung dalam wadah kreatif tersebut.
Natalia mengakui bahwa tantangan terbesar bagi banyak pelajar saat ini bukanlah kurangnya minat, melainkan rasa kurang percaya diri. Banyak siswa yang merasa pesimis dan takut salah ketika harus mencoba berbicara menggunakan bahasa asing, sehingga mereka kerap menunda kesempatan untuk belajar sejak dini.
"Banyak yang merasa pesimis dan tidak percaya diri, takut salah atau tidak bisa ngomong. Padahal, kita tidak harus langsung sempurna saat memulainya, karena yang paling penting adalah keberanian untuk mencoba dan berlatih secara konsisten," ujar Natalia dalam dialog interaktif tersebut.
Ia juga berbagi pengalaman pribadinya dalam mempelajari bahasa asing yang dimulai dari kebiasaan mendengarkan lagu, membiasakan diri berkirim pesan, hingga berani berbicara langsung dengan turis asing. Dari pengalamannya, ia menyadari bahwa orang asing atau penutur asli justru sangat menghargai usaha anak muda Indonesia yang mau mencoba berbicara, bahkan tidak segan memberikan apresiasi dan koreksi dengan ramah.
"Saat ini Language Club sedang dalam tahap konsolidasi dan pembukaan pendaftaran ulang seiring dengan masuknya tahun ajaran baru serta masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Hal ini dilakukan agar siswa-siswi kelas baru yang berminat dapat ikut bergabung dan belajar bersama dari tingkat dasar tanpa merasa tertinggal," ucap Natalia.
Di akhir perbincangan, ia berpesan kepada seluruh teman-teman sebaya agar tidak perlu merasa minder atau takut salah. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing di era modern bukan sekadar soal tata bahasa yang sempurna, melainkan tentang keberanian untuk menyampaikan pendapat dan memperluas wawasan ke kancah global. (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....