Rama Ardiansyah Buktikan Pemuda Sangihe Mampu Bersaing di Dunia Literasi

  • 21 Jul 2026 05:57 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Dunia literasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat prestasi membanggakan melalui sosok generasi mudanya. Rama Ardiansyah, seorang penulis muda, yang membuktikan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi halangan untuk menembus kancah penulis tingkat nasional.

Di balik ketekunannya sebagai seorang penulis, Rama juga berprofesi sebagai seorang kurir makanan online. Ini dilakukan demi menyambung hidup sekaligus mencari inspirasi di jalanan. Kisah inspiratif tersebut dibahas dalam program Spada Pro2 RRI Tahuna bertajuk Kita Indonesia Senin 20 juli 2026.

Ketertarikan Rama pada dunia tulis-menulis sudah sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Perjalanan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Pada tahun 2023 buku pertamanya sukses diterbitkan setelah memenangkan sayembara cerita anak berbahasa daerah yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam ajang tersebut, Rama bersaing ketat dengan para penulis dari berbagai daerah di Sulawesi Utara yang mengangkat ragam bahasa lokal, mulai dari bahasa Sangihe, Bolaang Mongondow, hingga Minahasa. Rama berhasil menembus seleksi ketat dan membuktikan bahwa kualitas penulis dari daerah perbatasan mampu bersaing di tingkat regional.

"Menulis adalah pekerjaan yang fleksibel karena bisa dilakukan di mana saja. Bahkan saat bekerja sebagai kurir makanan di jalanan, seringkali muncul ide-ide segar yang langsung saya catat agar tidak hilang begitu saja," kata Rama dalam dialog interaktif tersebut.

Terkait minat baca di kalangan anak muda saat ini, Rama mengatakan budaya literasi sebenarnya tidak mengalami penurunan, melainkan telah bergeser dari buku fisik ke format digital. Ia menekankan pentingnya peran lingkungan dalam mendorong kebiasaan membaca, salah satunya dengan tidak merasa malu membawa dan membaca buku saat berada di tempat nongkrong.

Rama berpesan kepada seluruh generasi muda di perbatasan untuk terus merawat semangat literasi dan berani berkarya. Menurutnya, sebuah tulisan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan jembatan suara dari beranda utara Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pemikiran daerah kepada dunia luar. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....