Olahraga Usia 40-50 Tahun, Aman dan Sehat, Asal Tahu Caranya
- 31 Mei 2026 21:10 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Banyak anggapan yang beredar di masyarakat bahwa saat menginjak usia 40 hingga 50 tahun, seseorang sebaiknya mengurangi atau bahkan berhenti berolahraga. Anggapan ini muncul karena kekhawatiran aktivitas fisik berat bisa memicu gangguan jantung, nyeri sendi, atau cedera serius. Namun, benarkah olahraga di usia tersebut berbahaya?
Menjawab keraguan warga, Dokter Aprikonus Loris, Spesialis Penyakit Dalam di Kepulauan Sangihe, menegaskan bahwa justru sebaliknya. Olahraga di usia 40 hingga 50 tahun sangat dianjurkan dan bermanfaat besar bagi kesehatan, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai kondisi tubuh.
"Olahraga di usia 40 sampai 50 tahun itu tidak berbahaya, malah sangat dianjurkan. Justru yang berbahaya adalah gaya hidup kurang gerak atau diam saja. Di usia ini, metabolisme tubuh mulai melambat, massa otot berkurang, dan risiko penyakit seperti darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol makin mengintai. Olahraga adalah kunci utama menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit kronis," jelas Dokter Apri saat ditemui di Lapangan Olahraga.
Menurut Dokter Apri, anggapan bahwa olahraga di usia paruh baya bisa merusak tubuh atau memicu serangan jantung seringkali keliru. Masalah muncul bukan karena olahraganya, melainkan karena cara melakukannya yang salah, misalnya memaksakan diri berlebihan, tidak melakukan pemanasan, atau memilih jenis olahraga yang tidak sesuai kemampuan fisik.
Dokter Aprikonus merinci berbagai manfaat yang didapat jika rutin bergerak aktif di usia tersebut, diantaranya :
1.Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah. Aktivitas fisik ringan hingga sedang melancarkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, dan mengendalikan kadar lemak jahat dalam tubuh.
2. Mencegah Pengeroposan Tulang. Di usia ini kepadatan tulang mulai menurun. Olahraga seperti jalan cepat atau senam membantu menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis.
3. Menjaga Berat Badan Ideal. Karena metabolisme melambat, risiko kegemukan sangat tinggi. Olahraga membantu membakar kalori berlebih agar tidak menumpuk menjadi lemak.
4. Menjaga Kesehatan Sendi dan Otot. Bergerak secara rutin membuat persendian tidak kaku dan otot tetap kuat menopang tubuh, sehingga risiko nyeri pinggang atau pegal linu berkurang.
5. Kesehatan Mental. Olahraga memicu hormon kebahagiaan yang efektif mengurangi stres, cemas, dan menjaga fungsi otak tetap tajam.
Meskipun aman dan sehat, Dokter Loris mengingatkan ada beberapa aturan emas yang wajib diperhatikan oleh warga usia 40 hingga 50 tahun agar olahraga tidak menjadi bumerang bagi kesehatan. Yang pertama, pilih jenis olahraga yang tepat. Hindari olahraga yang terlalu keras, melompat tinggi, atau kontak fisik berat. Pilihlah aktivitas berdampak rendah seperti jalan cepat, bersepeda santai, berenang, senam, atau berkebun. Olahraga ini aman untuk jantung dan tidak membebani sendi lutut serta pinggul. Yang kedua, jangan lakukan berlebihan. Cukup lakukan rutin, bukan berat. Durasi yang disarankan adalah sekitar 30 menit hingga 45 menit setiap kali latihan, dan dilakukan 3 sampai 5 kali dalam seminggu. Jangan memaksakan diri sampai napas tersengal-sengal hebat atau merasa sakit. Yang ketiga, wajib pemanasan dan pendinginan. Otot dan sendi di usia ini tidak sekenyal saat muda. Lakukan peregangan ringan 5-10 menit sebelum dan sesudah berolahraga untuk mencegah kram atau cedera.
Selain itu, Dokter Apri juga menyarankan agar kita melakukan pengecekan kesehatan sebelum mulai berolahraga. Bagi yang jarang berolahraga atau memiliki riwayat penyakit tertentu, sangat disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tensi dan jantung sebelum memulai rutinitas olahraga baru.
"Intinya, jangan takut bergerak. Di usia 40 atau 50 tahun, kita tidak lagi mengejar kekuatan atau kecepatan seperti atlet muda, tapi kita mengejar kesehatan dan kualitas hidup. Selama dilakukan dengan bijak, manfaatnya akan sangat terasa hingga usia tua nanti," kata Dokter Apri.
Bagi warga Sangihe, memanfaatkan lingkungan asri dengan jalan-jalan pagi sore atau bersepeda santai keliling adalah pilihan olahraga yang sangat murah, mudah, dan sangat dianjurkan demi menjaga stamina tubuh di usia produktif ini. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....