Musik Bambu Aset Kebudayaan Asli Daerah Sangihe
- 31 Jan 2024 07:10 WIB
- Tahuna
KBRN TAHUNA : Musik Bambu adalah musik tradisional Sangihe - Talaud yang diciptakan oleh seorang petani pada tahun 1800. Musik bambu berkembang di wilayah Sanger besar (sekarang Kab. Kep. sangihe) dan dari sanalah perjalanan musik bambu berkembang. Hal ini diperkuat dengan banyaknya masyarakat di wilayah ini, yang masih menekuni dan memainkan musik bambu.
Kendati alat musik bambu bahan dasarnya terbuat dari bahan tradisional, tetapi akord – akordnya sudah menyerupai musik modern. Menurut Salah Seorang Tokoh dari Badan Adat Sangihe, Martinus Makitulung, musik bambu Sangihe merupakan alat musik tiup yang sudah lama ada dan tercipta dari kreatifitas para komponis atau seniman di daerah ini.
Hal itu juga dituturkan Agustinus Sasundu, salah seorang seniman musik bambu Sangihe.
“ Sekarang ini yang menjadi persoalannya adalah sumber daya manusia yang dasar pengetahuan musiknya masih di bawah. Seandainya sumber daya manusianya memiliki tingkat Pendidikan musik yang lebih baik, maka musik bambu di Sangihe akan berkembang dan kelak kedudukannya sejajar dengan musik modern,” ujarnya
Lebih lanjut Agustinus Sasundu mengatakan, salah satu kemegahan bagi seniman ketika musik bambu tetap lestari dan dapat didengarkan oleh banyak orang.
"Musik bambu sangat berperan penting dalam kiprah seni budaya di Sangihe. Sebab setiap acara penting, baik acara kenegaraan, acara keagamaan atau acara budaya,musik bambu tetap mutlak dibutuhkan.” jelas Sasundu
Peranan pemerintah daerah saat ini, dengan memikirkan, memperhatikan dan menindak lanjuti keberadaan musik bambu sebagai sebagai salah satu upaya pelestarian dan mempertahankan aset kebudayaan asli daerah ini.
Masyarakat adat Sangihe berharap, khususnya bagi para seniman dan pelaku budaya agar musik bambu tidak tertinggal ataupun punah. Tindak lanjut seperti ini akan memotivasi dan merangsang minat animo dari masyarakat untuk berkarya seni.(HLT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....