Jadilah Guru Yang Tetap Tenang dan Senang Lewat Filosofi Stoikisme

  • 17 Mar 2025 13:22 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna: Stoikisme adalah filosofi hidup yang mengajarkan bagaimana tetap tenang, fokus, dan bijaksana dalam menghadapi tantangan tanpa dipengaruhi emosi yang berlebihan, serta tidak mudah goya oleh hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Bagaimana guru dapat mempraktikan stoikisme agar mendapatkan wellbeing dalam mengajar.

Dikotomi Kendali:

Prinsip ini mengajarkan bahwa ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan hal-hal yang diluar kendali kita. Contoh: Seorang guru mengajar dengan sepenuh hati menyiapkan materi dengan baik, berusaha membuat suasana kelas menyenangkan. Namun, ada murid yang tidak fokus atau kurang bersemangat. Alih-alih stres atau marah, guru ini menerima bahwa motivasi murid tidak sepenuhnya dalam kendalinya. Ia tetap melakukan yang terbaik tanpa terbebani oleh hal-hal yang berada di luar kuasanya.

Ingat Kematian:

Prinsip ini mengingatkan bahwa hidup itu sementara, jadi kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Contoh: Seorang guru selalu ingat bahwa setiap pertemuan dengan murid bisa menjadi kesempatan terakhir untuk memberi ilmu yang berarti. Ia mengajar dengan sepenuh hati, tidak menunda-nunda memberikan inspirasi, dan memastikan bahwa ia meninggalkan kesan baik serta ilmu yang bermanfaat.

Mencintai Takdir:

Prinsip ini mengajarkan kita untuk menerima segala keadaan yang terjadi dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan hidup. Contoh: Seorang guru pindah ke sekolah yang fasilitasnya minim dan murid-muridnya banyak yang memiliki tantangan belajar. Bukannya mengeluh atau merasa tidak beruntung, ia menerima kondisi ini sebagai bagian dari takdirnya. Ia melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk berkontribusi lebih, beradaptasi, dan memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.

Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk:

Prinsip ini mengajarkan kita untuk membayangkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi agar kita siap menghadapi hal itu dengan tenang. Contoh: Seorang guru akan mengajarkan materi baru yang cukup sulit bagi murid-muridnya. Sebelum masuk kelas, ia membayangkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Karena sudah mengantisipasi, ia menyiapkan solusinya. Saat hal buruk benar-benar terjadi, ia tetap tenang karena sudah siap menghadapinya.

Tidak Mudah Terpengaruh oleh Gangguan Eksternal:

Prinsip ini mengajarkan kita untuk tetap tenang dan tidak mudah terganggu oleh hal-hal di luar kendali kita. Contoh: Seorang guru menghadapi situasi di mana orang tua murid mengkritik metodenya mengajar dengan nadah kurang menyenangkan. Alih-Alih terpancing emosi atau merasa tertekan, ia memilih untuk tetap dan mendengarkan dengan pikiran terbuka. Ia memilah mana kritik yang membangun dan mana yang keluhan hanya tanpa dasar. Dengan sikap ini, ia tidak membiarkan dirinya stres karena hal-hal yang tidak bisa ia kendalikan serta fokus pada peran sebagai pendidik. Stoikisme membantu guru untuk tetap profesional, sabar, dan tangguh dalam menghadapi tantangan. (R Petonengan)

Rekomendasi Berita