Perempuan di Peradilan; Dari Bayangan ke Panggung Utama

  • 10 Mar 2025 10:14 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna: Setiap 10 Maret, dunia memperingati Hari Hakim Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas perjuangan perempuan dalam sistem peradilan yang selama ini didominasi laki-laki.

Peringatan ini bertujuan memastikan partisipasi setara perempuan dalam berbagai tingkatan peradilan serta memperkuat sistem hukum yang lebih adil dan inklusif.

Hari Hakim Perempuan Internasional ditetapkan melalui Resolusi PBB 75/274 pada tahun 2021 dan pertama kali dirayakan pada 10 Maret 2022.

Meski keterlibatan perempuan dalam sistem hukum terus meningkat, mereka masih kurang terwakili dalam posisi kepemimpinan. Kehadiran hakim perempuan bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga menghadirkan perspektif yang lebih luas, terutama dalam kasus hak asasi manusia, kekerasan berbasis gender, dan diskriminasi.

Peran hakim perempuan sangat penting dalam meningkatkan legitimasi pengadilan dan akses terhadap keadilan. Mereka membantu menciptakan sistem peradilan yang lebih transparan dan berimbang dengan membawa pengalaman serta perspektif berbeda. Data menunjukkan bahwa jumlah hakim perempuan meningkat secara global, tetapi masih ada kesenjangan dalam kepemimpinan peradilan, dengan hanya 25% hakim perempuan yang menduduki posisi ketua pengadilan.

Momentum ini mengingatkan dunia untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender dalam sistem hukum. Langkah-langkah seperti pendidikan hukum yang inklusif, pelatihan kepemimpinan bagi calon hakim perempuan, serta kebijakan yang mendukung keterwakilan perempuan dalam posisi strategis perlu diperkuat. Hakim perempuan bukan sekadar simbol, tetapi pilar keadilan yang mendorong perubahan menuju sistem hukum yang lebih adil dan inklusif.

Dengan semakin banyaknya perempuan yang terlibat dalam sistem peradilan, diharapkan tercipta keadilan yang lebih berimbang bagi semua pihak. Kesetaraan gender di pengadilan bukan hanya tentang representasi, tetapi juga tentang kualitas keadilan yang lebih baik bagi masyarakat. Oleh karena itu, dunia perlu terus mendukung dan memperjuangkan peran perempuan dalam sistem hukum di berbagai negara. (Rico)

Rekomendasi Berita