UMKM Perempuan Sangihe Angkat Potensi Lokal Daerah
- 22 Apr 2026 14:13 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Potensi sumber daya alam di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya dilakukan Ike Katiandagho, Owner Ike Cookies, yang mengolah berbagai hasil alam menjadi produk kue kering berbahan dasar sagu.
Dalam Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 21 April 2026, Ike mengungkapkan bahwa Sangihe memiliki banyak potensi seperti kenari, nenas, dan durian yang bisa diolah menjadi produk unggulan daerah.
Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal menjadi strategi untuk menghadirkan ciri khas produk sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat. Ia pun menyesuaikan produksi berdasarkan ketersediaan bahan, seperti varian durian yang hanya dibuat saat musim.
Ike menjelaskan, usaha yang dirintis sejak 2016 itu awalnya berjalan sederhana tanpa label maupun perizinan resmi. Produk hanya diberi penanda tulisan tangan sebelum akhirnya berkembang secara bertahap.
Seiring waktu, ia mulai mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk melengkapi legalitas usaha, termasuk label produk. Dinas terkait pun melakukan survei dan memberikan arahan hingga produknya kini memiliki identitas yang lebih jelas.
Meski masih berskala rumahan, produk kue kering Ike Cookies telah menjangkau pasar luar daerah bahkan hingga mancanegara. Ia menyebut produknya pernah dibawa sebagai oleh-oleh hingga ke Belanda.
Dengan nada bercanda, Ike menyampaikan bahwa meskipun dirinya belum pernah ke luar negeri, namun produknya sudah lebih dulu dikenal hingga ke sana. Hal ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha.
Dalam proses produksi, Ike tetap menjaga kualitas dengan mengolah adonan secara mandiri. Ia hanya melibatkan tenaga tambahan pada tahap pengovenan ketika permintaan meningkat.
Beragam varian rasa ditawarkan, di antaranya sagu keju sebagai produk unggulan, pandan kenari, marmer, hingga cokelat. Seluruh produk tetap menggunakan bahan dasar sagu sebagai ciri khas utama.
Dari sisi ketahanan produk, kue kering tersebut mampu bertahan hingga enam bulan masa simpan. Produk dipasarkan dalam berbagai kemasan dengan harga yang disesuaikan, mengikuti kenaikan bahan baku sagu dari petani.
Meski menghadapi tantangan efisiensi, Ike memastikan ketersediaan produk tetap terjaga. Ia menjaga stok minimal setiap hari untuk memenuhi permintaan pelanggan, baik pelanggan tetap maupun pembeli baru yang mencari oleh-oleh khas Sangihe.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....