Festival Sangihe jadi Momentum Bangkitkan UMKM

  • 08 Nov 2025 08:41 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna: Pelaksanaan Festival Seni Budaya 2025, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat sebanyak 22 pelaku usaha telah mendaftar untuk berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, sektor kuliner menjadi yang paling dominan.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Charisto Oktavian Paransi, menjelaskan bahwa meskipun terdapat keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berkomitmen melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM di seluruh kecamatan.

Upaya ini dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Salah satu kegiatan pembinaan yang kami lakukan minggu lalu di Kecamatan Tabukan Utara merupakan inisiatif dari kapitalaung setempat. Kami melakukan sosialisasi koperasi Merah Putih sekaligus memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM di kampung tersebut,” ujar Paransi dalam Dialog Interaktif Pro Satu RRI Tahuna, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya sebatas pada pendampingan manajemen usaha, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas produk dan kemasan.

Sebagai contoh, di Tabukan Utara terdapat produk olahan kenari yang memiliki cita rasa khas namun masih memerlukan sentuhan desain kemasan yang lebih menarik agar mampu bersaing di pasaran.

Untuk itu, kami dari dinas membantu dalam pembuatan label dan desain kemasan produk agar lebih menarik. Walaupun dengan anggaran terbatas, kami berupaya memaksimalkan hasil melalui kerja sama lintas sektor,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM Sangihe juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Perizinan dalam hal pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan usaha lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap produk UMKM memiliki legalitas yang jelas dan aman untuk dipasarkan lebih luas.

Paransi menegaskan bahwa dinas terus mendorong promosi produk UMKM berbasis bahan lokal seperti sagu dan ikan. Promosi dilakukan tidak hanya melalui kegiatan festival, tetapi juga lewat platform digital seperti media sosial, baik melalui akun resmi pemerintah maupun akun pribadi pelaku usaha.

Dalam pelaksanaan Festival Seni Budaya kali ini, panitia bersama dinas menyiapkan aplikasi khusus untuk mencatat transaksi penjualan harian para pelaku UMKM.

Data tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengukur sejauh mana aktivitas ekonomi yang terjadi selama festival berlangsung. “Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar bagi kami untuk melihat dampak ekonomi terhadap masyarakat dan daerah,” tutup Paransi.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....