Julio Harumkan Sangihe, Terpilih Sebagai Putra Literasi Sulawesi Utara 2026

  • 07 Okt 2026 08:11 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Julio Xaverius Benhur Lawendatu, Mahasiswa Program Studi Pastoral Konseling Fakultas Teologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, sukses keluar sebagai pemenang Gelar Putra pada ajang Pemilihan Putra Putri Literasi Sulawesi Utara tahun 2026.

Perjalanan sukses pemuda asal Sangihe ini dibedah tuntas dalam program obrolan Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna Selasa, 6 oktober 2026. Dalam siaran interaktif tersebut, Julio membagikan kisah inspiratif di balik persiapannya mengikuti ajang bergengsi yang dirangkaikan dengan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026.

Berbeda dari ajang pencarian bakat atau pageant pada umumnya yang lebih mengedepankan penampilan fisik semata, seleksi pemilihan putra-putri literasi menuntut persiapan substansial sejak awal pendaftaran. Para peserta diwajibkan untuk merancang proposal proyek literasi, menyusun portofolio, serta melampirkan video profil sebelum dinyatakan lolos ke tahap seleksi lanjutan.

Dari total lebih dari 20 peserta perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara, termasuk perwakilan dari wilayah kepulauan, disaring secara ketat hingga menyisakan 15 finalis terbaik yang terdiri dari 6 putra dan 9 putri. Selama masa karantina, para finalis mendapatkan berbagai materi edukatif, melakukan kunjungan resmi, hingga unjuk gagasan terkait pengembangan budaya literasi daerah.

"Jadi kalau bicara proses sebenarnya panjang juga. Mulai dari tahapan awal seleksi administrasi, baru awal saja kita sudah dituntut untuk buat proyek. Kita harus punya gagasan dan membuat portofolio serta video profil sebelum masuk seleksi pendaftaran," ujar Julio Xaverius Benhur Lawendatu saat berbagi pengalaman di Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna.

Sebagai pengurus unit kegiatan mahasiswa bidang literasi di kampusnya, Julio mengaku memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia buku sejak kecil, yang dimulai dari kegemarannya membaca majalah dan buku komik hingga merambah ke literatur psikologi dan sastra. Ia memandang bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan gerbang utama untuk merangsang pola pikir kritis, mengatasi kejenuhan, serta membentengi diri dari arus informasi instan di era digital.

Menutup perbincangannya, ia berharap dapat memperluas gerakan literasi hingga menjangkau wilayah-wilayah kepulauan di Sulawesi Utara. Bersama rekan-rekan finalis lainnya, ia berkeinginan untuk menggelar kampanye dan lokakarya literasi demi membakar semangat generasi muda agar lebih aktif membaca, menulis, dan mempersiapkan diri menyongsong masa depan bangsa. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....