Takut dan Bingung Melapor, Korban Kekerasan di Sangihe Masih Terhambat

  • 07 Okt 2026 05:35 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Rasa takut dan minimnya pengetahuan masih menjadi kendala korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk melapor.

Ketua PUSPA Sangihe, Marslem Pulumbara, mengatakan hasil monitoring menemukan masih ada korban maupun keluarga yang ragu mengadukan kasus yang dialami.

Menurutnya, keraguan dipengaruhi rasa takut, tekanan lingkungan hingga adanya ancaman dari pihak tertentu yang dianggap berpengaruh.

Selain itu, sebagian korban dan keluarga belum mengetahui ke mana harus mengakses layanan pengaduan, baik ke kepolisian maupun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Marslem menyebut, salah satu kasus yang ditemukan telah dilakukan asesmen terhadap korban maupun pihak yang diduga sebagai pelaku. Kasus tersebut juga sudah dilaporkan, namun penanganannya hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

“Memang ada keraguan, karena pertama takut dari korban maupun keluarga, terpengaruh lingkungan dan ancaman. Yang kedua, ketidaktahuan untuk mengakses pengaduan, baik ke kepolisian maupun ke dinas,” ujar Marslem.

Ia menegaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tetap dilaporkan serta mendapat penanganan sesuai prosedur.(Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....