Guru Perbatasan Hadapi Jarak Demi Pendidikan
- 06 Okt 2026 19:10 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Kebersamaan bersama keluarga menjadi salah satu perbedaan yang dirasakan guru yang bertugas di wilayah perbatasan dan perkotaan.
Guru di perkotaan dapat lebih mudah berkumpul dengan keluarga setelah menyelesaikan aktivitas mengajar di sekolah. Sementara itu, guru di wilayah kepulauan harus menghadapi jarak dan waktu untuk dapat kembali bertemu keluarga. Hal tersebut disampaikan Julianto Jan Haris Haribae, S.Pd.,Gr., Guru SMP Negeri 3 SATAP Tabukan Selatan Tengah, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Senin 5 Oktober 2026.
| Baca juga: Bupati Apresiasi Semangat Atlet Muda Sangihe |
Julianto mengatakan, dirinya memilih bertugas di Pulau Beeng Darat sejak 2022, dengan pertimbangan kesejahteraan melalui tunjangan khusus guru sekaligus tekad mendidik anak-anak di daerah terpencil. “Tujuan utama tentu masalah finansial, karena semua orang membutuhkan kesejahteraan. Tetapi selain itu, saya punya tekad untuk mendidik anak-anak di daerah seperti ini,” ujarnya.
Pengalaman mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah 3T dan pernah mengajar selama satu tahun di Papua Pegunungan semakin menguatkan keinginannya mengabdi di daerah sendiri. Dalam menjalankan tugas, Julianto juga pernah menghadapi pengalaman menegangkan ketika perahu yang ditumpanginya mengalami kebocoran di tengah laut antara Pulau Beeng Darat dan Salurang.
“Waktu itu saya sempat takut dan trauma. Tetapi puji Tuhan, ada perahu lain yang melihat dan membantu kami. Dari situ saya hampir menyerah, tetapi harus tetap semangat demi mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Selain mengajar, Julianto aktif mengembangkan potensi siswa melalui olahraga sepak bola dan berhasil membawa tim hingga semifinal tingkat kabupaten serta meraih posisi keempat. Prestasi lainnya diraih setelah dirinya mengikuti program Tenaga Penggerak Olahraga Nasional bagi guru PJOK yang digelar Kemenpora melalui BGTK secara daring.
Dari lebih dari 1.200 peserta seluruh Indonesia, Julianto terpilih melalui Golden Ticket bersama 25 peserta lainnya untuk mengikuti Indonesia Sport Summer 2026 di Jakarta. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi pengalaman membanggakan karena berasal dari wilayah kepulauan dengan berbagai keterbatasan. “Bagi saya, bisa bergabung dengan teman-teman dari seluruh Indonesia dan menjadi salah satu dari 25 orang terpilih merupakan pengalaman yang sangat saya syukuri,” tuturnya.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....