Kesejahteraan Guru Perbatasan Dinilai Belum Merata
- 05 Okt 2026 05:20 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Ketua LSM Kadademahe, Marslem Pulumbara, menilai kesejahteraan guru di wilayah perbatasan masih menghadapi sejumlah persoalan, meskipun standar pembiayaan bagi tenaga pendidik telah ditetapkan pemerintah melalui regulasi kementerian.
Menurut Marslem, regulasi mengenai pembiayaan guru sudah cukup jelas. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama bagi guru yang harus menyeberang atau menempuh perjalanan jauh menuju lokasi tempat tugas.
Ia mengatakan dukungan terhadap kebutuhan transportasi dan biaya hidup bagi guru di wilayah perbatasan juga belum sepenuhnya terpenuhi. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara ketentuan regulasi dengan realitas yang dihadapi guru di daerah.
“Ukuran guru yang ada di ibu kota negara jangan dijadikan satu-satunya ukuran. Kita harus melihat dan mengukur bagaimana kondisi teman-teman guru yang ada di perbatasan,” ujarnya.
Marslem menegaskan, pemerataan kesejahteraan guru perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, kebutuhan transportasi, biaya hidup, serta berbagai dukungan lainnya penting untuk menunjang guru dalam melaksanakan tugas secara optimal di wilayah perbatasan.
Sebagai praktisi pendidikan yang pernah menjadi anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sanggau selama dua periode, Marslem mengaku terus memantau berbagai persoalan pendidikan, khususnya kondisi dan kesejahteraan tenaga pendidik di daerah.
“Kami terus mendorong pemerintah, termasuk bersama Dewan Perwakilan Rakyat, agar persoalan kesejahteraan para guru kita mendapat perhatian dan dapat dijawab secara lebih merata,” kata Marslem.(Jumel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....