Mengasihi Kristus di Atas Segalanya
- 30 Sep 2026 08:39 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik Febiyola Silangen mengatakan dalam Injil Matius 10 ayat 37-42, Yesus menyampaikan sebuah tuntutan yang cukup keras yaitu "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku".
"Apakah Yesus sedang mengajarkan untuk tidak mencintai orang tua atau keluarga? Tentu tidak. Yesus justru mengajarkan bahwa kasih kepada Allah harus menjadi dasar dan sumber dari semua kasih kita yang lain," ujarnya pada Senin, 28 September 2026.
Febiyola menjelaskan, keluarga, pekerjaan, sahabat, dan harta bahkan cita-cita tidak boleh menggantikan tempat Tuhan dalam hidup umat-Nya. Mengasihi Yesus berarti berani menentukan prioritas, karena manusia memiliki banyak hal yang dicintai.
"Ada keluarga yang kita perjuangkan, pekerjaan yang kita tekuni, dan cita-cita yang ingin kita capai. Semua itu baik, namun pertanyaannya adalah siapa yang menjadi pusat hidup kita? Kadang kita lebih takut kehilangan pekerjaan daripada kehilangan hubungan dengan Tuhan," katanya.
Manusia lebih sibuk mengejar keberhasilan dari pada menyediakan waktu untuk berdoa dan lebih menjaga kenyamanan hidup sehingga ketika iman menuntut pengorbanan umat-Nya memilih mundur. Yesus berkata bahwa mengikuti-Nya membutuhkan keberanian untuk menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama.
Febiyola juga mengungkapkan tentang memikul salib bagian dari mengikuti Kristus maksudnya memikul salib tidak selalu berarti mengalami penderitaan besar. Salib lahir dalam kehidupan sehari-hari misalnya bersabar menghadapi orang yang sulit dan mengampuni ketika disakiti.
Contoh lainnya yaitu tetap jujur ketika kebohongan lebih menguntungkan, setialah dalam perkawinan, menjalankan tanggung jawab keluarga dan tetap percaya kepada Tuhan ketika doa belum mendapatkan jawaban. "Kadang salib kita sangat sederhana tetapi justru di situlah kesetiaan kita diuji," ucapnya. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....