Jarak Jadi Kendala, Siswa Disabilitas Kepulauan Sangihe Butuh Asrama

  • 29 Sep 2026 15:19 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Ketiadaan asrama membuat sejumlah siswa penyandang disabilitas dari wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sangihe harus menghadapi kendala jarak dan tempat tinggal untuk melanjutkan pendidikan.

Kepala SLB Kasih Bunda YPK GMIST Tahuna, Dra. Tjeni Roos Tingginehe, M.Pd., mengatakan, siswa dari wilayah kepulauan yang bersekolah di Tahuna harus didampingi orang tua karena jarak tempat tinggal yang jauh.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi beban bagi keluarga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dan tidak memungkinkan tinggal di Tahuna dalam waktu lama.

"Karena belum ada asrama, orang tua harus tinggal bersama anak di lokasi sekolah. Karena jauh, akhirnya ada beberapa anak yang tiba-tiba berhenti sekolah," kata Tjeni.

Ia menjelaskan, keberadaan asrama sangat dibutuhkan, terutama bagi siswa penyandang tunadaksa yang menggunakan kursi roda dan membutuhkan fasilitas khusus untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Tjeni menambahkan, pendidikan bagi penyandang disabilitas membutuhkan sarana dan prasarana yang disesuaikan, mulai dari bangunan, toilet hingga fasilitas pendukung yang ramah disabilitas.

"Kalau ada asrama, anak-anak dari kepulauan tidak harus membawa orang tua untuk tinggal lama di Tahuna, sehingga mereka tetap bisa bersekolah meski jarak tempat tinggal jauh," ujarnya.(Dipo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....