Pariwisata Perbatasan Sangihe Dorong Ekonomi Lokal
- 29 Sep 2026 16:44 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Sangihe berada di wilayah perbatasan yang jauh dari ibukota negara. Pengembangan wisata perbatasan atau cross-border tourism menjadi salah satu peluang strategis untuk menarik kunjungan wisatawan asing sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dr. Ir. Sonny Kapal, MM, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Senin 28 September 2026 mengatakan diperlukan pendekatan tertentu untuk mendekatkan kawasan perbatasan dengan pusat pemerintahan dan ekonomi.
“Bagaimana kita mendekatkan pusat pemerintahan dan pusat ekonomi dengan keterbatasan yang ada di wilayah perbatasan,” ujar Sonny Kapal.
Kawasan perbatasan identik dengan wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan dan pusat ekonomi. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk membiarkan kawasan perbatasan tetap tertinggal.
"Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Filipina. Kondisi geografis tersebut menjadi peluang bagi daerah, khususnya Sangihe, untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis kawasan perbatasan," ucap Kadis Pariwisata Sangihe
Sonny menjelaskan, karakter perbatasan Sangihe berbeda dengan daerah yang memiliki perbatasan darat. Sangihe memiliki perbatasan laut sehingga pembangunan infrastruktur dan pariwisata membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi kepulauan.
“Pulau-pulau yang ada, termasuk Tahuna sebagai pusat kegiatan strategis, harus dibangun bersama-sama. Kalau hanya membangun wilayah tertentu, dampaknya tidak akan berbanding lurus,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan pariwisata di kawasan perbatasan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa. Kolaborasi juga perlu melibatkan pelaku dan komunitas pariwisata seperti Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Generasi Pesona Indonesia (GENPI) serta berbagai organisasi lainnya.
Menurut Sonny, kerja sama lintas sektor tersebut dapat memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi lokal, membuka ruang bagi munculnya ide dan gagasan baru, sekaligus memperkuat hubungan dengan negara tetangga.
“Kalau kita bergerak bersama, manfaatnya akan dirasakan bersama, baik dari sisi ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur maupun hubungan bilateral,” jelasnya.
Sonny menambahkan, setiap wilayah di kawasan perbatasan memiliki keunggulan dan potensi masing-masing. Keindahan alam, karakter kepulauan serta kekayaan budaya dapat menjadi modal penting untuk memperkuat pariwisata Sangihe sebagai bagian dari pengembangan kawasan perbatasan.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....