BNNK Sangihe Ajak Gen Z Jauhi Pelarian Narkoba dan Zat Adiktif
- 18 Sep 2026 08:07 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Permasalahan kesehatan mental dan tingginya tingkat stres di kalangan generasi muda saat ini menjadi alarm serius bagi berbagai pihak. Topik krusial mengenai fenomena self-medication atau pelarian diri melalui penyalahgunaan obat dan zat terlarang di tengah tekanan hidup Gen Z diulas secara mendalam dalam program Spada Pro2 RRI Tahuna, Kamis (17/9/2026).
Menghadirkan narasumber berkompeten, Asisten Konselor Adiksi Terampil dari Seksi Rehabilitasi BNNK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Victor Barama, A.Md.Kep., diskusi ini menyoroti bagaimana anak muda kerap salah langkah dalam mengelola stres. Tekanan akademik, masalah keluarga, hingga kecemasan sosial sering kali mendorong mereka mencari ketenangan semu melalui cara-cara yang merusak kesehatan.
Dalam pemaparannya, Victor menjelaskan bahwa penyalahgunaan zat tertentu maupun kebiasaan mengejar pelarian instan tidak akan pernah menjadi solusi jangka panjang. Kesenangan atau ketenangan yang didapatkan dari tindakan tersebut bersifat sangat sementara, sementara dampak buruknya terhadap fisik dan masa depan justru berpotensi merusak kehidupan mereka.
"Memang ada anak-anak muda yang ketika menghadapi stres atau masalah memilih mencari pelarian melalui penyalahgunaan obat atau zat tertentu. Mereka berharap bisa merasa tenang. Padahal, kesenangan yang didapat hanya sementara dan kalau digunakan terus-menerus bisa menyebabkan ketergantungan serta merusak kesehatan," ujar Victor Barama.
Ia juga membeberkan temuan di lapangan melalui layanan rehabilitasi, di mana kasus penyalahgunaan yang kerap ditangani melibatkan zat-zat berbahaya seperti lem perekat hingga obat-obatan tertentu. Para pengguna umumnya mengeluhkan gangguan kesehatan serius seperti sesak napas, pusing, hingga sakit kepala akibat paparan racun zat tersebut.
Menyikapi kerentanan ini, BNNK Sangihe secara aktif menggalakkan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi langsung ke sekolah-sekolah, kampung-kampung, serta merangkul para guru dan orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Peran keluarga sebagai tempat berlindung yang aman dinilai sangat vital agar anak-anak tidak merasa terisolasi saat menghadapi masalah.
Menutup dialog interaktif tersebut, Victor berpesan kepada seluruh generasi muda Sangihe agar berani menolak segala bentuk penawaran narkoba serta tidak ragu memanfaatkan layanan rehabilitasi jika mendapati orang terdekat yang terpapar. Ia mengingatkan agar anak muda selalu memilih jalur positif dan terbuka bercerita kepada orang tua atau guru alih-alih mengambil jalan pintas yang merusak diri. (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....