DLH Sangihe Jalankan Project Pengelolaan Sampah Plastik Libatkan 10 Sekolah

  • 17 Sep 2026 16:11 WIB
  •  Tahuna

RRI. CO. ID, Tahuna - Pemerintah Daerah melalui dinas Lingkungan hidup Kabupaten Kepulauan Sangihe akan menjalankan pilot project pengelolaan sampah plastik yang melibatkan 10 sekolah tingkat SMP dan SMA di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam program tersebut, para siswa akan membawa sampah plastik yang telah dipilah dari rumah masing-masing ke sekolah setiap hari. Sampah plastik yang dikumpulkan selanjutnya akan dipisahkan kembali sesuai jenis dan peruntukannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sangihe Christine Amelia Janis Makagansa,kepada rri.co.id menyampaikan Sampah plastik yang menjadi bahan baku Bank Sampah Lesmana untuk proses pirolisis akan dikumpulkan secara khusus.

Sementara jenis sampah plastik lainnya akan disalurkan kepada pengepul yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pengumpulan sampah dari sekolah-sekolah tersebut akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah menggunakan armada truk roda empat.

"Armada akan mengangkut sampah dari 10 sekolah setiap satu atau dua minggu sekali untuk dibawa ke Bank Sampah Induk yang berada di Desa Buksahitu," ujarnya.

Setibanya di Bank Sampah Induk, Bank Sampah Lesmana akan melakukan pencatatan terhadap volume sampah plastik yang dikumpulkan dari masing-masing sekolah.

"Sampah tersebut kemudian akan memiliki nilai ekonomis sesuai dengan jenis dan volumenya," kata Christine.

Program ini juga dirancang untuk memberikan insentif kepada para siswa agar terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengumpulan dan pemilahan sampah plastik. Mekanisme pemberian insentif, baik dalam bentuk uang maupun kebutuhan sekolah, masih akan dibahas lebih lanjut.

Ketentuan mengenai mekanisme pembayaran, waktu pemberian insentif, serta bentuk kompensasi akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang melibatkan tiga pihak terkait.

Melalui pilot project ini, sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu sumber persoalan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan dapat dikelola menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. (Dipo )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....