Ungke Favorit Charlie Badoa Buktikan Rasa Percaya Diri Bisa Dilatih

  • 02 Sep 2026 13:36 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman menjadi kunci utama bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi diri. Pengalaman tersebut dibagikan oleh Charlie Aprianto Triputra Badoa yang sukses menyabet gelar Ungke Favorit Sangihe 2026 dalam perbincangan program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Selasa (1/9/2026).

Mengawali keikutsertaannya atas penunjukan untuk mewakili instansi kantor, Charlie mengaku sempat menghadapi kendala psikologis berupa rasa malu dan kurang percaya diri saat harus berbicara di hadapan publik. Namun, tekad yang kuat untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai mendorongnya untuk terus melawan ketakutan tersebut hingga tuntas.

"Awalnya saya sebenarnya mengikuti karena ditunjuk untuk mewakili kantor. Saya juga termasuk orang yang agak malu dan kurang percaya diri kalau harus berbicara di depan banyak orang. Tetapi saya berpikir, kalau orang lain bisa menjadi Ungke Momo, saya juga pasti bisa. Dari situ saya mencoba memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman," ujar Charlie.

Selama menjalani masa karantina, tantangan terbesar yang harus ia taklukkan adalah melatih mental agar terbiasa tampil di depan orang banyak. Ia bahkan rutin berlatih di depan cermin demi mengasah kemampuan komunikasi dan kesiapan panggung sebelum menghadapi berbagai tahapan penilaian.

Di balik ketatnya persidangan mental tersebut, ia merasakan dinamika kompetisi yang sehat di antara para finalis. Interaksi intensif selama karantina justru membantunya belajar untuk lebih terbuka, meredam ego pribadi, serta memperluas jaringan pertemanan dengan sesama finalis dari berbagai latar belakang.

Banyak wawasan baru yang berhasil diserapnya, terutama terkait kekayaan budaya lokal Sangihe. Pengenalan mendalam mengenai kain tradisional Kovo membuka matanya bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk mengenali dan ikut melestarikan warisan leluhur daerah perbatasan.

Transformasi terbesar yang ia rasakan pasca-penobatan adalah lenyapnya rasa minder yang dulu menghantuinya. Menutup perbincangannya, Charlie berpesan kepada seluruh anak muda Sangihe agar tidak pernah ragu mengambil kesempatan baik dan membuang jauh ketakutan sebelum mencoba. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....