Polnustar Dorong Pinekuhe Sangihe Jadi Produk Berdaya Saing

  • 31 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) terus mendorong pengembangan potensi perikanan lokal Kepulauan Sangihe menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.

Salah satunya melalui pengembangan Pinekuhe Asap Cair dan Abon Ikan Pinekuhe Asap Cair, produk olahan ikan khas Sangihe yang kini diproduksi oleh UMKM Cahaya Lentera.

Pengembangan produk tersebut juga diarahkan untuk memenuhi berbagai persyaratan pemasaran, termasuk sertifikasi halal. Tim Sertifikasi Halal Kabupaten Kepulauan Sangihe telah melakukan kunjungan ke lokasi produksi UMKM Cahaya Lentera sebagai bagian dari proses persiapan sertifikasi.

Direktur Polnustar, Ferdinand Gansalangi, mengatakan pengembangan produk berbasis potensi lokal merupakan salah satu bentuk kehadiran perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas daerah.

Menurutnya, inovasi Pinekuhe Asap Cair dan Abon Ikan Pinekuhe Asap Cair menunjukkan bahwa potensi hasil perikanan Sangihe dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui dukungan teknologi dan pendampingan perguruan tinggi.

“Kami terus mendorong agar hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh para dosen Polnustar tidak berhenti di laboratorium atau sekadar menjadi laporan penelitian, tetapi benar-benar dapat diterapkan, dimanfaatkan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pelaku UMKM,” ujar Gansalangi.

Ia mengatakan, produk Pinekuhe merupakan salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing.

Ferdinand menilai pemenuhan berbagai persyaratan produk, termasuk sertifikasi halal, menjadi langkah strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas.

“Produk Pinekuhe ini merupakan salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing,” tambahnya.

Pinekuhe sendiri merupakan produk olahan ikan khas masyarakat Sangihe berbahan ikan layang (Decapterus sp.), atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai ikang Talang. Bentuknya yang khas dihasilkan melalui proses ikan ditekuk atau dilipat.

Pengembangan melalui teknologi asap cair memberikan sentuhan inovasi terhadap metode pengasapan tradisional yang sebelumnya menggunakan tungku.

Gansalangi berharap pendampingan dan pemenuhan standar produk dapat membuka peluang Pinekuhe untuk berkembang dari pasar lokal menuju pasar nasional bahkan internasional.

Menurutnya, pengembangan tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi UMKM, tetapi juga dapat memperkuat identitas pangan khas Kepulauan Sangihe sebagai produk yang berbasis potensi lokal dan inovasi. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....