Menyediakan Minyak Kasih sebelum Pintu Tertutup

  • 31 Agt 2026 14:23 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Kisah tentang sepuluh gadis dalam Matius 25 :1-13 membawa pesan mendalam tentang persiapan rohani. Lima dari mereka disebut bijaksana karena membawa minyak cadangan untuk pelita mereka.

"Sementara lima lainnya bodoh karena hanya membawa pelita tanpa minyak ekstra," kata Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen dalam acara Mimbar Agama Katolik, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pelita menyimbolkan status sebagai murid Kristus, identitas luar yang tampak oleh dunia. Adapun minyak, melambangkan kehidupan rohani yang mendalam, kasih yang nyata, moral, pertobatan, dan relasi pribadi yang hidup dengan Allah.

Febiyola menjelaskan, pelita tanpa minyak hanyalah pajangan yang mati. Dalam tradisi Katolik minyak adalah iman yang bekerja melalui kasih. Umat Tuhan tidak bisa mengandalkan warisan iman keluarga atau kesalehan lahiriah belaka jika hati kosong dari belas kasih.

Febiyola menuturkan, satu hal menarik adalah ketika gadis-gadis bodoh meminta minyak kepada mereka yang bijaksana dan permintaan itu ditolak. Ini bukan bentuk kejahatan atau keegoisan melainkan sebuah realitas roihani.

"Relasi pribadi dengan Kristus dan kematangan jiwa tidak bisa dipinjamkan atau dialihkan. Kita tidak bisa menumpang iman orang lain saat berhadapan langsung dengan Allah. Setiap dari kita bertanggung jawab atas kedalaman rohani kita sendiri," ujarnya.

Febiyola mengingatkan agar jangan menunda pertobatan hingga kesempatan itu berlalu. Pintu rahmat masih terbukan. "Mari kita senantiasa mengisi pelita jiwa kita dengan minyak kebaikan agar saat Tuhan memanggil, kita siap melangkah masuk bersama-Nya," ucapnya. (Herlien)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....