Penyuluh Agama Katolik : Jangan Cepat Menilai, Belajar Melihat dengan Hati
- 31 Agt 2026 14:23 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Setiap orang ingin dikenal dan dihargai namun ada perbedaan antara dikenal oleh manusia dan dikenal oleh Tuhan. Manusia sering menilai berdasarkan penampilan, pekerjaan, status, pendidikan, atau keberhasilan.
"Tetapi Tuhan melihat jauh lebih dalam yaitu Ia melihat hati," hal ini dikatakan Penyuluh Agama Katolik Febiyola Silangen dalam acara Mimbar Agama Katolik, RRI Prosatu Tahuna.
Febiyola menjelaskan, manusia mudah menilai seseorang dari masa lalu, keluarga, pekerjaan, dan penampilan. "Kita merasa sudah mengenal seseorang hanya karena mendengar cerita tetang orang tersebut.
Padahal menurut Febiyola, Tuhan dapat menghadirkan kebaikan melalui siapa saja. Saat ini manusia hidup dalam zaman ketika orang sangat mudah memberikan penilaian. Melalui media sosial, sebuah foto, video, komentar atau berita dapat membuat seseorang langsung dihakimi.
"Kita mengetahui sedikit tetapi merasa sudah mengetahui semuanya. Yesus mengajarkan kita untuk tidak cepat menghakimi. Sebelum menilai, mari belajar mendekat, mendengar dan mengenal dengan hati yang terbuka," katanya.
Febiyola berpesan, menjadi pengikut Kristus bukan soal kelihatan hebat di depan orang lain tapi yang penting adalah memiliki hati yang jujur. Bisa saja umat Tuhan tampak hebat di depan manusia tetapi Tuhan mengetahui isi hati.
"Jangan sampai kita sibuk menilai kekurangan orang lain, sementara kita lupa melihat kekurangan di dialam diri kita sendiri," (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....