RRI Tahuna Didorong Perkuat Lokalitas Siaran di Wilayah Perbatasan
- 31 Agt 2026 14:25 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Radio Republik Indonesia (RRI) Tahuna didorong memperkuat aspek lokalitas dalam setiap program siaran agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Dewan Pengawas RRI, Mohammad Kusnaeni, M.Si., mengatakan lembaga penyiaran publik harus memahami karakteristik serta kebutuhan audiens di wilayah masing-masing. Program yang disajikan di Tahuna harus ditujukan untuk warga setempat hingga pulau-pulau di sekitarnya.
"Audiens kita itu butuh apa? Butuh informasi apa? Butuh hiburan apa? Butuh pengetahuan apa? Itulah yang harus disediakan oleh RRI," ujarnya kepada rri.co.id.
Bung Kus menjelaskan, kondisi Tahuna berbeda dengan daerah yang memiliki tingkat literasi dan digitalisasi lebih tinggi. Karena itu, program Halo RRI perlu diperkuat sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi.
Selain memenuhi kebutuhan lokal, ia menilai konten siaran di wilayah perbatasan perlu memperkuat nasionalisme. Interaksi masyarakat dengan budaya negara tetangga, khususnya Filipina, menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat pengenalan terhadap identitas bangsa.
Untuk itu, Ia mendorong RRI Tahuna lebih banyak memperkenalkan lagu nasional dan budaya dari berbagai daerah. Pengenalan kesenian dari Minang, Banjar, Nusa Tenggara Timur, Bali, serta wilayah lainnya dinilai dapat memperlihatkan keberagaman budaya kepada warga di kawasan perbatasan.
"Jadi salah satu cara untuk memperkuat nasionalisme itu ketika kita menyadari kebesaran dan keragaman kita,"katanya.
Penguatan konten lokal dan keberagaman budaya melalui siaran juga berpotensi mengenalkan kekayaan Indonesia kepada warga di Filipina hingga Sabah, Malaysia, sekaligus membuka peluang ketertarikan terhadap pariwisata Indonesia. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....