Antrian Panjang Kendaraan di SPBU imbas Gangguan Jaringan
- 05 Agt 2026 19:06 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melakukan langkah konkret menyikapi kekacauan yang terjadi akibat gangguan sistem di SPBU yang mengakibatkan antrian panjang kendaraan.
Hal ini ditengarai sistem Barcode yang digunakan dalam pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di saat gangguan jaringan, otomatis mengganggu layanan.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Sangihe, Yusak Karame kepada rri.co.id mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring terhadap masalah yang ditengah jaringan yang bermasalah.
Meski demikian dari hasil monitoring dipastikan Pasokan BBM Tetap Lancar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tahuna dalam kondisi aman dan mencukupi.
"Kalau stok BBM tetap aman tetapi ini masalah gangguan pelayanan akibat sistem yang diterapkan tanpa dukungan koneksi yang memadai," ucap Karame.
Pemda mendorong pengusaha SPBU kiranya dapat menyediakan alternatif layanan agar pengisian BBM yang menggunakan Barcode dapat terlayani.
"Kita dorong SPBU untuk memasang Starlink yang saat ini masih dapat dioperasikan untuk layanan internet," kata Karame.
Selain gangguan jaringan, terdapat pula kendala pada dispenser BBM. Dari tiga pulau dispenser yang tersedia, satu dispenser tidak beroperasi karena stok BBM telah habis sejak malam sebelumnya, dan masih menunggu distribusi dari mobil tangki Pertamina.
Sementara dispenser lainnya mengalami kerusakan pada sistem mesin sehingga aliran BBM tidak dapat berfungsi dan masih menunggu perbaikan teknisi.
Meski demikian, pelayanan untuk BBM jenis solar tetap berjalan normal. Antrean kendaraan paling panjang terjadi pada pembelian BBM jenis Pertalite dan BBM subsidi.(Anthon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....