Bupati Sangihe Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana dan El Nino

  • 04 Agt 2026 21:29 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana yang mengancam wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana di Tahuna, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam amanatnya, Michael Thungari mengatakan apel gelar pasukan menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai wilayah kepulauan sekaligus daerah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki karakter geografis dan geologis yang unik. Kondisi tersebut menjadikan Sangihe memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana, mulai dari tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, hingga potensi letusan gunung api.

“Pengalaman menghadapi gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 serta bencana tanah longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bahwa kesiapsiagaan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus kita bangun bersama,” ujar Michael Thungari.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini Sangihe menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan musim kemarau, berkurangnya ketersediaan air, terganggunya produktivitas pertanian, melemahnya ketahanan pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, seluruh pihak diminta memperkuat langkah mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan secara terencana serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Michael Thungari menambahkan, paradigma penanggulangan bencana saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi lebih mengedepankan upaya mitigasi dan pengurangan risiko secara berkelanjutan. Melalui apel gelar pasukan, seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, serta para pemangku kepentingan diharapkan memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi setiap potensi bencana.

“Keberhasilan kita bukan hanya diukur dari seberapa cepat merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga seberapa siap kita melindungi masyarakat melalui upaya mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Mari jadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pengabdian,” kata Michael Thungari. (Ms)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....