Antisipasi kelangkaan air bersih dan kebakaran hutan dari fenomena el nino 2026
- 04 Agt 2026 21:36 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Potensi kelangkaan air bersih menjadi salah satu dampak yang diantisipasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menghadapi fenomena El Nino 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama dalam Apel Siaga Antisipasi Bencana yang digelar di halaman Polres Kepulauan Sangihe sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Apel siaga dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sangihe dan diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, BMKG, PDAM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat memengaruhi ketersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M. menegaskan bahwa fenomena El Nino berpotensi kemarau panjang sehingga menyebabkan berkurangnya debit mata air dan sumber air. Apabila tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kabupaten kepulauan sangihe saat ini telah menambah pasukan mobil tangki, jadi kita sudah punya tiga unit yang siap untuk dipakai ketika ada kekurangan air. Terbukti sekarang di daerah kalasuge ada mobil yang di siapsiagakan untuk masyarakat yang ada di dataran tinggi membantu suplai air nya,” ujar Bupati.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah juga menghimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati kemarau panjang yang dapat berpotensi terjadi nya kebakaran hutan dan lahan.
"lewat peran kita hari ini semua kepala desa, camat itu kita himbau pertama dalam membakar sesuatu itu baik di rumah, di kebun dan di hutan harap berhati-hati," lanjut nya.
Melalui apel siaga tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap sinergi seluruh elemen pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat mengurangi risiko kelangkaan air bersih dan kebakaran hutan maupun lahan akibat fenomena El Nino, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe. (Masdip)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....