Akademisi Polnustar ajak Tingkatkan Literasi Digital dan Berpikir Kritis
- 01 Agt 2026 14:51 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Akademisi Politeknik Negeri Nusa Utara, Forzando Mehare, S.Pi., M.Si. mengatakan, peran pendidikan utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk di dalamnya bagaimana mendidik peserta didik untuk berpikir kritis.
"Kaitannya dengan era digital teknologi dan informasi adalah meningkatkan literasi digital, kalau di kampus mahasiswa dan secara umum adalah masyarakat," kata Mehare dalam Dialog Interaktif RRI Prosatu Tahuna, Jumat, 31 Juli 2026.
Untuk meningkatkan literasi digital peran dunia pendidikan adalah menciptakan generasi penerus, generasi muda yang berpikir kritis. "Ia harus bisa memilah dan memilih informasi yang bisa dipertimbangkan benar atau tidak," ujarnya.
Lanjut dikatakan Mehare, penting mengetahui sumber informasi dan juga sering membaca karena dengan sering membaca bisa mengenali mana sumber berita yang benar dan tidak benar. Dari hal tersebut dapat dibedakan kenbenaran sebuah berita.
Menurut Forzando, kalau sumber berita terpercaya dapat diasumsikan berita tersebut benar atau lebih dapat dipercaya dan penting juga mengetahui siapa penulis berita, ketika penulis berita bersifat anonim, berita tersebut harus dicek lagi kebenarannya.
"Mengecek dan membaca secara luas sehingga bisa dilakukan cek and balance sebuah berita di media sosial," ucapnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat berpikir sebelum bertindak. Informasi yang dibaca atau dilihat dari media sosial perlu dicerna dan dipikirkan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan dan jadilah orang yang bertanggung jawab terhadap apa yang diketik di media sosial. (Herlien)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....