Dokter Puskesmas Kahakitang Ingatkan Anak Muda Bahaya Penyakit Hati
- 29 Jul 2026 13:37 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Momentum peringatan Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli 2026 dimanfaatkan oleh tenaga medis di daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan anak muda, terhadap ancaman penyakit hepatitis. Kurangnya pemahaman mengenai penularan dan pencegahan kerap membuat masyarakat menganggap remeh kesehatan organ hati yang memiliki fungsi vital bagi tubuh.
Pada obrolan Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Selasa (28/7/2026). dr. Benly Levi Andreas Sibarani, dokter umum dari Puskesmas Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagai narasumber dialog interaktif ini dengan topik "Hepatitis Bikin Rugi, Kenali dan Cegah Sejak Dini!".
Dalam pemaparannya, dr. Benly menjelaskan bahwa hepatitis merupakan kondisi peradangan pada organ hati atau hepar yang bisa disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol, maupun obat-obatan tertentu. Sebagai pusat metabolisme tubuh, hati bertugas mengelola racun, menyimpan protein serta energi, sehingga kerusakan pada organ ini akan mengakibatkan kegagalan fungsi tubuh secara menyeluruh.
"Hati kita itu seperti pabrik dalam tubuh. Jika hati kita sakit atau mengalami hepatitis, maka kita akan rugi, baik kerugian dalam kesehatan berupa gejala yang menyiksa, risiko menularkan ke keluarga, hingga kerugian perekonomian karena sulit bekerja atau lolos Medical Check Up (MCU) saat melamar pekerjaan," ujar dr. Benly dalam dialog tersebut.
Menanggapi mitos yang beredar di masyarakat bahwa hepatitis hanya menyerang orang dewasa atau lanjut usia, dr. Benly menegaskan bahwa anak muda dan remaja juga memiliki risiko tinggi. Penularan dapat terjadi melalui berbagai cara, mulai dari penularan ibu ke anak saat dikandung, penggunaan jarum suntik bersama, pembuatan tato atau tindik dengan alat tidak steril, hingga konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Lebih lanjut, ia membedakan jenis hepatitis menjadi lima, di mana hepatitis A dan E umumnya bersifat akut serta dapat sembuh sendiri dengan menjaga kebersihan. Sementara itu, hepatitis B dan C bersifat kronis dan sangat berbahaya karena dapat memicu kerusakan hati permanen seperti sirosis, gagal hati, hingga kanker hati. Terkait mitos penularan lewat alat makan, ia meluruskan bahwa penggunaan handuk tidak menularkan virus, namun berbagi sendok memiliki risiko kecil jika terpapar air liur atau darah penderita.
Sebagai langkah pencegahan paling ampuh bagi generasi muda, dr. Benly menyarankan agar tidak hanya mengandalkan pola hidup sehat seperti menjaga hidrasi tubuh dan membatasi minuman kemasan, tetapi juga wajib melakukan deteksi dini serta vaksinasi. Dengan vaksinasi, tubuh akan membentuk antibodi spesifik untuk melindungi diri dari paparan virus hepatitis yang mematikan.
Sebagai penutup, ia berpesan agar masyarakat tidak menunda-nunda pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi status hepatitis sejak dini, baik bagi wanita hamil maupun masyarakat umum. Langkah preventif melalui kebiasaan cuci tangan, mengonsumsi makanan matang, serta menjauhi faktor risiko menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan hati demi masa depan yang lebih baik. (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....