Percasi Sangihe Adopsi Pola Pembinaan Dunia untuk Cetak Atlet Muda

  • 25 Jul 2026 13:28 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong pembinaan atlet catur sejak usia dini dengan mengadopsi pola pembinaan yang diterapkan sejumlah negara maju di dunia.

Sekretaris Percasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Christian Marthen Sinjal, mengatakan pembinaan usia dini merupakan bagian dari program PB Percasi yang saat ini menjadi perhatian dalam pengembangan olahraga catur nasional. Pola tersebut mengikuti negara-negara maju, khususnya di kawasan Eropa yang telah memperkenalkan catur kepada anak sejak usia 4 hingga 5 tahun.

Negara-negara seperti Norwegia dan Rusia telah menjadikan catur bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pendidikan untuk melatih kemampuan berpikir anak. Bahkan, di sejumlah sekolah, catur telah diperkenalkan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

"Catur itu bukan hanya sekadar olahraga, tetapi sudah dijadikan sebagai ilmu pengetahuan. Untuk pembinaan usia dini, mereka sudah memasukkan olahraga catur ini sebagai salah satu mata pelajaran yang ada di sekolah,"ujarnya dalam acara Dialog Interaktif di Prosatu RRI Tahuna, Senin 20 juli 2026.

Ia menjelaskan, pola pembinaan tersebut juga mulai diterapkan di Sulawesi Utara hingga Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebelumnya, Percasi Sulut telah mengirimkan atlet-atlet muda berbakat untuk mendapatkan pembinaan khusus di Jakarta, yang menjadi motivasi bagi Percasi Sangihe dalam membangun regenerasi pecatur daerah.

"Pembinaan catur sejak usia dini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain meningkatkan kemampuan bermain catur, latihan rutin juga dapat membentuk pola pikir kritis, ketelitian, kemampuan memecahkan masalah, serta melatih anak dalam mengambil keputusan,"ucapnya.

Meski demikian, pengembangan olahraga catur di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan masih adanya anggapan bahwa catur merupakan olahraga yang sulit karena membutuhkan kemampuan berpikir tinggi.

Dukungan terhadap pembinaan catur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selama ini, sejumlah pihak swasta, lembaga keagamaan, dan komunitas turut membantu melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan catur.

"Ia berharap semakin banyak pihak dapat berkolaborasi dalam mengembangkan olahraga catur di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sehingga pembinaan yang dimulai sejak usia dini dapat melahirkan atlet muda yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia,"katanya. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....