Lolos Beasiswa LPDP ke Luar Negeri, Isman Tekankan Pentingnya Rekam Jejak
- 14 Jul 2026 14:38 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Persaingan mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk studi lanjut ke luar negeri tergolong sangat ketat. Berdasarkan data pendaftaran tahun 2026, dari sekitar 30.000 pendaftar, hanya sekitar 2.700 orang atau kurang dari 8 persen yang berhasil lolos seleksi menjadi penerima beasiswa bergengsi ini.
Maulana Isman Naki, S.Farm., seorang apoteker asal Tahuna yang berhasil menembus studi di Inggris, membagikan pengalamannya dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Senin (13/7/2026). Ia menegaskan bahwa kunci utama untuk menembus seleksi bukan terletak pada kepintaran semata, melainkan pada kejelasan tujuan serta rekam jejak kontribusi calon penerima beasiswa bagi masyarakat.
Menurut Isman, pendaftar tidak bisa membangun profil yang kuat secara instan hanya dalam hitungan hari. Sejak masih di bangku sekolah, generasi muda harus aktif memberikan kontribusi nyata di lingkungan sekitarnya. LPDP mencari sosok yang tahu persis apa yang akan dilakukan dan bagaimana ilmu yang didapatkan akan diterapkan untuk membangun Indonesia.
"Kita harus mempersiapkan modal diri, dan itu tidak bisa dibangun hanya ketika mendekati waktu pendaftaran. Jangan tunggu nanti, alangkah baiknya sejak SMP atau SMA, teman-teman sudah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Maulana Isman Naki dalam dialog tersebut.
Pengalaman Isman sendiri bermula dari pengamatan terhadap minimnya edukasi kesehatan di masyarakat, khususnya terkait penggunaan obat-obatan. Isman bertekad membawa ilmu yang didapat dari Inggris untuk memperbaiki sistem pendidikan dan edukasi kesehatan di Tanah Air, terutama di bidang farmasi yang selama ini masih kurang dipahami masyarakat luas.
Ia menepis anggapan bahwa hanya mereka yang sudah memiliki prestasi segudang yang bisa mendaftar beasiswa tersebut. Rasa minder karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris atau profil yang dianggap "biasa saja" seringkali menjadi penghalang terbesar bagi anak muda di daerah, padahal menurutnya, LPDP mencari orang yang memiliki integritas dan rencana kontribusi yang konkret.
Sebagai penutup, ia mengajak generasi muda Sangihe untuk segera menyiapkan dokumen administrasi jauh-jauh hari dan menjaga integritas dalam penulisan esai rencana studi. Kejujuran dalam memaparkan pengalaman pribadi dan rencana kontribusi masa depan akan sangat menentukan keberhasilan saat sesi wawancara berlangsung nantinya. (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....