Hari Video Game Internasional, Pentingnya Pengawasan Orang Tua

  • 09 Jul 2026 07:39 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Tanggal 8 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Video Game Internasional. Momen ini menjadi refleksi bagi para pegiat gim di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya dalam menyeimbangkan antara hobi bermain gim dan aktivitas sehari-hari yang produktif.

Felix Manossoh, seorang gamer asal Kota Tahuna, dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Rabu (8/7/2026), mengungkapkan bahwa saat ini ia lebih memilih gim Mobile Legends sebagai sarana hiburan. Menurutnya, pemilihan jenis gim sangat bergantung pada spesifikasi perangkat atau device yang dimiliki.

"Untuk saat ini saya memilih Mobile Legends karena menyesuaikan dengan spesifikasi smartphone yang saya miliki. Bermain gim yang berkualitas tentu memerlukan dukungan perangkat dengan spesifikasi yang mumpuni," ujar Felix.

Dalam perbincangan tersebut, Felix menepis anggapan bahwa para penyuka gim selalu terobsesi hingga mengabaikan kehidupan nyata. Ia menegaskan pentingnya manajemen waktu yang bijak bagi setiap pemain gim.

"Bagi saya, bermain gim hanyalah aktivitas saat waktu luang. Sebagai manusia normal, prioritas utama tetap pada aktivitas harian. Bangun pagi harus menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu, baru jika ada waktu luang saya bermain gim. Jika ada yang bangun tidur langsung mencari gadget untuk bermain, itu tandanya sudah masuk dalam tahap ketergantungan," katanya.

Felix menyoroti fenomena kecanduan gim yang kini banyak ditemui pada anak-anak di bawah umur. Ia menilai kondisi tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan dari orang tua. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pendampingan orang tua adalah kunci utama agar anak-anak tidak terjebak dalam dampak negatif dari permainan digital.

"Pengawasan orang tua itu mutlak diperlukan, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Dunia gim memiliki sisi positif dan edukatif jika dimainkan secara proporsional. Namun, tanpa kendali dan pengawasan yang ketat, hal itu bisa merugikan," pesan Felix menutup obrolan.

Peringatan Hari Video Game Internasional ini diharapkan menjadi pengingat bagi para gamer di Sangihe untuk tetap menjadi pemain yang cerdas, bijak dalam mengatur waktu, serta tidak membiarkan hobi tersebut merusak tanggung jawab utama dalam kehidupan sehari-hari. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....