dr.Yoppy Thungari: Program KB di Sangihe Kini Fokus pada Jarak Kelahiran
- 01 Jul 2026 14:04 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID,Tahuna -Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Daerah Sangihe dr. Yoppy Thungari menyampaikan bahwa program Keluarga Berencana kini tidak lagi berorientasi membatasi jumlah anak, melainkan mengatur jarak kelahiran demi menjaga kesehatan ibu, serta meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga.
dr Yoppy mengatakan melalui pelayanan kontrasepsi bagi pasangan usia subur, masyarakat bebas memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhan.
Kebijakan tersebut diterapkan pemerintah di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia termasuk di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ia menegaskan tidak ada aturan yang membatasi jumlah anak dalam setiap keluarga.
Menurut Thungari Pasangan diberikan kebebasan menentukan jumlah anak berdasarkan kemampuan ekonomi, kesiapan, dan keinginan masing-masing bersama
Setelah memiliki anak, pasangan dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak kelahiran sekitar dua tahun.
Jika ingin menambah anak, kontrasepsi dapat dihentikan sesuai perencanaan bersama.
"Pengaturan jarak kelahiran dinilai penting karena memberikan kesempatan ibu memulihkan kesehatan setelah melahirkan. Anak juga memperoleh perhatian, pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang secara optimal," ujarnya.
Dengan pengaturan kelahiran yang baik, kualitas kehidupan keluarga diharapkan semakin meningkat.
Orang tua memiliki waktu, tenaga, serta kemampuan mencukupi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang anak.
dr Yoppy menjelaskan dari hasil pelayanan Keluarga Berencana di lapangan menunjukkan bahwa sebagian pasangan usia subur, terutama pasangan muda, kini cenderung memilih memiliki satu anak hingga beberapa tahun berikutnya.
Sebagian pasangan muda yang telah memiliki anak berusia tiga hingga lima tahun mengaku belum berencana menambah anak.
Keputusan tersebut dipengaruhi berbagai pertimbangan kehidupan keluarga mereka saat ini.
Di sisi lain faktor ekonomi menjadi alasan utama pasangan muda menunda memiliki anak berikutnya. Meningkatnya biaya susu, pendidikan, dan kebutuhan anak membuat sebagian keluarga merasa satu anak sudah cukup sementara.(Jumel)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....