Tahun Ajaran Baru, Tantangan Ekonomi Tak Redamkan Semangat Pendidikan
- 30 Jun 2026 21:27 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga, semangat para orang tua untuk menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tetap tidak surut. Memasuki tahun ajaran baru, mereka harus menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, tas, buku tulis, hingga perlengkapan belajar lainnya.
Kondisi seperti ini membuat pengeluaran keluarga bertambah, namun pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Seperti yang diutarakan salah seorang ibu rumah tangga, Alvira, yang memiliki tiga anak. Ia mengaku harus mengatur keuangan dengan lebih cermat agar seluruh kebutuhan sekolah anak-anaknya dapat terpenuhi.
"Memang saat ini kondisi ekonomi tidak sedang baik-baik saja. Harga kebutuhan pokok naik, sementara anak-anak juga harus membeli seragam, sepatu, buku tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya. Sebagai orang tua, kami tetap berusaha semaksimal mungkin karena pendidikan anak adalah investasi masa depan," kata Alvira.
Meski demikian, Alvira berharap tidak ada kendala berarti selama proses tahun ajaran baru. Begitu juga harga kebutuhan sekolah semoga tetap terjangkau sehingga tidak semakin membebani para orang tua.
"Harapan kami semoga semua kebutuhan anak bisa terpenuhi dan tidak mengalami kesulitan. Semoga pemerintah maupun pihak terkait terus memperhatikan kondisi masyarakat, terutama menjelang masuk sekolah," ucap Alvira.
Jika dibandingkan dengan awal tahun 2000-an, proses penerimaan siswa baru juga mengalami perubahan yang sangat signifikan. Dahulu, orang tua harus datang langsung ke sekolah untuk mengambil formulir, mengisi berkas secara manual, melampirkan berbagai dokumen, lalu mengantre untuk mendaftarkan anak.
Pengumuman hasil seleksi pun biasanya ditempel di papan pengumuman sekolah sehingga orang tua dan calon siswa harus datang kembali untuk melihat hasilnya.
Kini, proses penerimaan siswa baru jauh lebih praktis. Sebagian besar sekolah telah menerapkan sistem pendaftaran secara daring (online). Orang tua cukup mengunggah dokumen melalui sistem yang disediakan, memantau tahapan seleksi, hingga melihat pengumuman hasil secara digital.
Perubahan ini dinilai lebih efisien dan memudahkan masyarakat, meskipun masih diperlukan pendampingan bagi sebagian orang tua yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, semangat orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya tetap menjadi bukti bahwa harapan akan masa depan yang lebih baik tidak pernah padam. (Arsitini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....