Pangan Lokal Sangihe Harus Menjadi Kekuatan Masa Depan
- 29 Jun 2026 09:36 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Akademisi Sangihe Juraid Rumiki, S.E, M.Si mengatakan, pangan dari luar yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak karena kebutuhan. Ketika ada permintaan dan barangnya tidak di Sangihe terpaksa harus ambil dari luar.
Bahan pangan dari luar yang masuk di Sangihe tidak bisa ditolak yang penting menurut Juraid Rumiki adalah keseimbangan. Pangan dari luar daerah itu boleh dikonsumsi tetapi masyarakat jangan sampai kehilangan ketergantungan terhadap pangan lokal.
"Prinsipnya adalah diversifikasi kemudian makanan harus beragam, bergizi seimbang, aman dan berbasis potensi daerah. Ini bukan cuma kerja dari instansi terkait tapi semua elemen masyarakat," ujar Juraid Rumiki menanggapi masukan dari masyarakat di acara Dialog RRI Prosatu Tahuna.
Masukan untuk pemerintah dari masyarakat maupun pers yang bersifat konstruktif dan direspon oleh pemerintah daerah menjadi ide yang bermanfaat bisa meningkatkan kinerja dari dinas terkait sehingga geliat-geliat pemerintahan untuk pendekatan kemasyarakatan bisa terwujud.
Diakhir acara ia juga mengatakan bahwa pangan lokal Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak boleh hanya dikenang sebagai warisan masa lalu tapi harus menjadi kekuatan masa depan. Di dalam sagu, ubi, talas, pisang, jagung dan hasil laut Sangihe terdapat nilai gizi, ekonomi dan nilai kemandirian daerah.
"Tugas kita bukan hanya mengajak masyarakat makan pangan lokal tapi membangun kebanggaan baru bahwa mengkonsumi pangan lokal adalah tindakan cerdas sehat, ekonomis dan mencintai Sangihe," ujarnya.
Lanjut dikatakannya, ketika pangan lokal naik kelas maka petani hidup, UMKM bergerak, anak muda bangga dan ketahanan pangan daerah menjadi lebih kuat. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....