Data Kerusakan Pascagempa di Sangihe Masih Bertambah, Verifikasi Terus Dilakukan
- 11 Jun 2026 04:50 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID,Tahuna - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus melakukan pendataan dampak gempa bumi yang terjadi pada Senin 8 Juni 2026
Hingga saat ini, laporan sementara menunjukkan ratusan bangunan mengalami kerusakan di sejumlah kecamatan, baik rumah penduduk, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, maupun fasilitas pemerintahan.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dalam rapat Mitigasi penanganan bencana, Selasa 9 Juni 2026 menyampaikan bahwa data kerusakan masih bersifat sementara karena masih ada beberapa kampung yang belum menyampaikan laporan kepada pemerintah kecamatan.
Di wilayah Kecamatan Kepulauan Marore tercatat menjadi daerah dengan tingkat kerusakan paling tinggi.
Menurut Thungari dari tiga kampung yang terdampak, terdapat sekitar 160 bangunan yang mengalami kerusakan, terdiri dari sekitar 100 rumah penduduk, lima gedung gereja, satu masjid, tiga sekolah, dua kantor pemerintahan, serta enam fasilitas umum lainnya.
Sementara itu, di Kecamatan Kendahe terdapat tiga kampung terdampak dengan 13 bangunan rusak, terdiri dari 12 rumah penduduk dan satu sekolah dasar. Kecamatan Manganitu Selatan melaporkan kerusakan pada lima bangunan di tiga kampung, sedangkan di Kecamatan Tamako tercatat dua bangunan rusak yang meliputi satu gereja, satu masjid, dan satu sekolah dasar.
Di Kecamatan Tahuna Selatan, delapan kampung terdampak dengan total 53 bangunan rusak. Kerusakan meliputi rumah penduduk, satu gedung gereja, satu sekolah dasar, dan satu fasilitas ibadah lainnya.
Selain itu, Kecamatan Tahuna Selatan Tengah mencatat 15 bangunan rusak di tiga kampung, sedangkan Kecamatan Tahuna Tengah melaporkan 25 bangunan rusak di empat kampung.
Di Kecamatan Nusa Tabukan terdapat empat rumah penduduk yang mengalami kerusakan, sementara Kecamatan Tabukan Barat melaporkan lima rumah penduduk rusak.
Untuk Kecamatan Tabukan Utara dan sejumlah kampung lainnya, data sementara menunjukkan sedikitnya 65 bangunan mengalami kerusakan.
Namun angka tersebut masih terus diperbarui seiring masuknya laporan dari lapangan.
Sementara itu, Kecamatan Tabukan Timur hingga saat ini belum melaporkan adanya kerusakan akibat gempa.
Bupati Thungari menegaskan bahwa klasifikasi kerusakan menjadi kategori ringan, sedang, dan berat belum ditetapkan.
Penentuan status kerusakan akan dilakukan melalui proses verifikasi teknis oleh instansi yang berwenang setelah seluruh data lapangan terkumpul.(Jumel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....