Warga Matutuang Bertahan di Pengungsian Pascagempa Magnitudo 7,7

  • 10 Jun 2026 12:57 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, warga di Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, masih bertahan di lokasi pengungsian.

Salah satu warga sekaligus tokoh agama setempat, Pendeta Julikson Sarageti, S.Th, mengatakan hingga malam hari ini masyarakat masih berkumpul di lapangan voli yang berada di depan Gereja GMIST Nasaret Matutuang setelah melaksanakan doa bersama pemuka agama.

"Selain berada di lapangan voli depan Gereja GMIST Nasaret Matutuang. Ada juga warga yang mengungsi di area perkampungan Bangka. Kurang lebih ada empat titik pengungsian di Matutuang," ujarnya saat wawancara di Prosatu RRI Tahuna, (8/6/2026).

Menurutnya, gempa mengakibatkan kerusakan cukup parah pada sejumlah fasilitas umum. Bangunan laboratorium dan perpustakaan SMP mengalami kerusakan berat, begitu pula rumah dinas dan beberapa gedung sekolah dasar.

Selain itu, sejumlah rumah ibadah juga terdampak. Dua gereja mengalami kerusakan ringan, sementara Gereja GMIST Nasaret Matutuang dan Gereja Alfa Omega juga satu masjid dilaporkan mengalami kerusakan berat.

"Tidak hanya fasilitas umum, puluhan rumah warga turut terdampak. Sekitar tiga puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan," katanya.

Julikson mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang terus melakukan koordinasi dan pendataan pascabencana. Aparat kampung bersama Babinkantibmas telah memberikan arahan kepada masyarakat serta menyampaikan laporan kondisi terkini ke tingkat kabupaten

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus kepada warga terdampak di Kampung Matutuang. kebutuhan paling mendesak saat ini adalah bantuan logistik bagi para pengungsi.

"Kebutuhan yang sangat diperlukan saat ini antara lain sembako, tenda pengungsian, perlengkapan tidur, serta susu untuk bayi dan anak-anak yang masih menyusui,"ujar Pdt Sarageti.

Selain bantuan kebutuhan dasar, masyarakat juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa.

"Hingga kini, warga masih memilih bertahan di lokasi terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan,"ucapnya. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....