Gempa Susulan Terus Mengguncang Sangihe, Masyarakat di Pulau Terluar Mengungsi
- 08 Jun 2026 23:39 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pasca gempa magnitudo 7,7 pada Senin 8 Juni 2026 pagi, gempa susulan sampai malam ini masih mengguncang kabupaten kepulauan Sangihe. Tercatat setelah pasca gempa magnitudo 7,7 ada 11 gempa susulan yang terjadi di Barat Laut kepulauan Sangihe dengan gempa variasi diatas lima magnitudo. Terakhir terjadi pada pukul 18.22 Wib dengan titik lokasi gempa 212 Barat Laut kota Tahuna kabupaten kepulauan Sangihe dengan getaran gempa 5,5 magnitudo. Akibat gempa yang terus mengguncang wilayah Sangihe, sebagian masyarakat khususnya di wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina seperti di pulau Matutuang, Kawio, Kawaluso dan di pulau Marore, masyarakat di empat pulau tersebut malam ini masih berada di tenda darurat. Masyarakat masih takut untuk kembali ke rumah karena sering terjadi gempa susulan. Selain itu rumah penduduk di pulau-pulau terluar banyak rusak parah disebabkan guncangan gempa tektonik. Tokoh masyarakat di pulau Matutuang Pendeta Julikson Sarageti kepada reporter RRI Tahuna menjelaskan di Matutuang terdapat empat rumah ibadah dan sekolah rusak parah.
“Selain tempat ibadah dan sekolah kurang lebih 30-an rumah masyarakat rusak parah dan ringan” kata Sarageti.
Menurutnya korban dampak bencana gempa bumi di pulau terluar saat ini untuk sementara hidup apa adanya, sambil menunggu bantuan dari dari pemerintah. Sesuai rencana pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe bersama Perum Bulog Selasa 9 Juni 2026, akan bertolak dari pelabuhan Tahuna akan membawa bantuan untuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar di kabupaten kepulaun Sangihe.(Alex D).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....