Keterbatasan Daerah Pulau Jadi Tantangan Jaga Kedautalan di Perbatasan

  • 24 Mei 2026 12:05 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina dengan segala keterbatasan yang dimiliki menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kedaluatan.

Hal tersebut dikatakan Rionaldy Dispicorpio Manumpil, Purna Paskibraka Sangihe kepada RRI.CO.ID. Menurutnya, tantangan menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan wilayah perkotaan terlebih yang ada di ibu kota negara Indonesia.

Masalah keterbatasan yang dimaksudnya seperti keterbatasan akses jaringan, keterbatasan fasilitas termasuk pendidikan dan sebagainya.

Lanjut dikatakan, pendidikan adalah salah satu hal mendasar yang menjadi kekuatan terbesar. Ketika memiliki keterbatasan pendidikan tentunya akan ada masalah yang dihadapi yaitu tentang sumber daya manusia.

“Bagaimana kita harus kuat dalam kita menghadapi segala bentuk informasi maupun hal-hal yang mungkin akan mempengaruhi kita terhadap, kecintaan kita terhadap negara kesatuan Republik Indonesia,”ujarnya.

Meski demikian, dikatakan Rionaldy hal tersebut tidak menjadi penghalang, meski berada diwilayah kepulauan, bukan berarti jauh dari ibu kota justru kecintaan terhadap Indonesia semakin besar.

Ini menjadi kekuatan sebagai anak muda untuk benar-benar harus mampu untuk menjaga kedaulatan NKRI, termasuk terhadap budaya daerah yang dimiliki

“Jadi yang paling mendasar adalah bagaimana harusnya mencintai budaya, khususnya budaya di daerah kita sendiri, Tampungang lawo, budaya Sangihe,”ucapnya.

Hal paling mendasar menurutnya adalah harus memperkuat kecintaan terhadap bahasa daerah Sangihe. Karena saat ini banyak anak muda yang sudah mulai kehilangan identitasnya, dalam artian sudah mulai jarang menggunakan bahasa daerah.

“Karena mungkin agak terdengar kuno, jadul kalau kita menggunakan bahasa daerah, padahal sebenarnya dengan kita bisa berbicara dengan menggunakan bahasa daerah kita sendiri, itu berarti menandakan betapa kita mencintai daerah kita,”kata Rionaldy.

Meski masih dalam proses belajar tetapi dirinya sebisa mungkin bisa menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari.

Sebagai anak muda Rionaldy mengajak masyarak khususnya naka muda untuk mencintai budaya daerah, khususnya dalam penggunaan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. (Ac)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....