Perdagangan Ilegal Jadi Tantangan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

  • 22 Mei 2026 21:21 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID,Tahuna - Keanekaragaman hayati berupa satwa maupun tumbuhan langka saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, salah satunya perburuan dan perdagangan ilegal yang masih terus terjadi.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keseimbangan ekosistem serta mengganggu keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Conservation Program Officer Burung Indonesia Ganjar Cahyo Aprianto kepada rri.co.id, Kamis 21 Mei 2026, satwa endemik memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Salah satu contohnya adalah burung madu yang berperan sebagai penyerbuk alami berbagai tanaman produktif.

Menurut Ganjar jika populasi burung madu terus menurun akibat perburuan maupun kerusakan habitat, maka tanaman seperti kelapa, pala, hingga cengkeh yang menjadi komoditas unggulan daerah juga dapat terdampak.

"Burung madu diketahui memiliki peran vital dalam proses penyerbukan tanaman, kehadiran satwa tersebut dapat membantu menjaga produktivitas hasil perkebunan masyarakat,"ujarnya.

Selain itu hilangnya spesies penyerbuk dapat mempengaruhi ekosistem sekaligus perekonomian warga yang bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan.(Jumel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....