Hampir Separuh Wilayah Indonesia Alami Musim Kemarau Lebih Awal

  • 15 Apr 2026 21:28 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Hampir separuh wilayah yang ada di Indonesia mengalami musim kemarau yang diprediksi terjadi lebih awal.

Hal tersebut dikatakan, Miranda Sahfira Tuna, S.Tr, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Naha saat obrolan Spada bersama Produa RRI Tahuna Rabu, 15 April 2026.

" Berdasarkan data BMKG hampir separuh wilayah Indonesia atau kurang lebih 46,5 persen memasuki musim kemarau yang diprediksi lebih maju atau cepat datangnya dibandingkan normal,"ujarnya.

Dikatakan Miranda, musim kemarau diwilayah Sulawesi Utara diprediksi terjadi pada bulan Juni 2026. Rata - rata majunya 1 hingga 3 dasarian yang otomatis waktu keringnya menjadi lebih panjang.

Sedangkan, untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak terdapat prediksi awal musim dikarenakan wilayah Sangihe memiliki tipe musim ekuatorial tipe 1 atau musim yang terjadi hujan sepanjang tahun.

Meski demikian, puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus 2026.

Diakui Miranda, pada tahun ini, cuaca diwilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe berbeda dari sebelumnya yang memiliki pola musim teratur.

" Kalau dibandingkan tahun lalu, berbeda dengan daerah lain tidak semestinya serentak harus dibulan Juli musim kemaraunya atau harus dibulan Agustus,"ucapnya. (Ac)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....