Peran Penyiaran Tangkal Hoaks Era Digital
- 02 Apr 2026 13:14 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam rangka memperingati Hari Penyiaran Nasional setiap 1 April, masyarakat diajak untuk merefleksikan kembali makna penting penyiaran di tengah derasnya arus informasi. Momentum ini juga menjadi pengingat perubahan makna 1 April yang dulunya dikenal sebagai April Mop, menjadi hari yang sarat edukasi dan literasi informasi.
Dahulu, 1 April identik dengan penyampaian kabar bohong yang bersifat hiburan. Namun seiring perkembangan zaman, fenomena tersebut mengalami pergeseran dan kerap menimbulkan dampak negatif yang merugikan masyarakat luas.
Akademisi Prof. Dr. Ir. Frans Gruber Ijong, M.Sc mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan citra tersebut, di mana pemerintah menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional. Menurutnya, langkah ini sangat strategis dalam memperkuat peran media penyiaran sebagai penyampai informasi yang benar.
Ia menilai Radio Republik Indonesia (RRI), khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe, memiliki posisi yang sangat penting dalam menyampaikan informasi, baik di tingkat daerah, regional, nasional hingga internasional.
Menurut Prof. Ijong, RRI berperan sebagai salah satu pilar utama dalam menangkal penyebaran informasi hoaks. Ketika informasi yang beredar di masyarakat diragukan kebenarannya, RRI hadir memberikan klarifikasi yang dapat dipercaya.
Ia menyebutkan bahwa RRI menjadi “sabuk pengaman informasi” bagi masyarakat, terutama di wilayah perbatasan yang rentan terhadap pengaruh informasi yang tidak terverifikasi. Peran ini dinilai semakin penting di era digital saat ini.
| Baca juga: RRI Saring Informasi Valid untuk Publik |
Arus informasi yang begitu cepat melalui berbagai platform seperti media sosial, termasuk Facebook, Instagram, dan TikTok, serta perkembangan kecerdasan buatan (AI), menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas informasi.
Dalam kondisi tersebut, dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu memilah dan memverifikasi setiap informasi yang beredar. RRI diharapkan dapat secara cepat memberikan klarifikasi apabila ditemukan informasi yang tidak benar.
Hal ini disampaikan Prof. Ijong dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Rabu 1 April 2026, sekaligus menegaskan bahwa RRI memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat persatuan bangsa melalui penyampaian informasi yang valid, terpercaya, dan edukatif kepada masyarakat.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....